Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kodim 0108/Agara Las Tiang Pylon, Pembangunan Jembatan Perintis Ds. Teger Miko, Aceh Tenggara Capai 73 Persen

Minggu, 21 Juni 2026 | 13.42 WIB Last Updated 2026-06-21T13:32:40Z
Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terlihat dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara. Babinsa Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat melaksanakan kegiatan gotong royong pengelasan besi tiang pylon sebagai bagian dari tahapan penting pembangunan jembatan, Sabtu (20/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut dilakukan dengan penuh semangat dan kekompakan. Babinsa bersama warga bahu-membahu menyiapkan material, merakit rangka besi, melakukan pengelasan, hingga memindahkan bagian konstruksi yang telah selesai dirakit ke titik pemasangan. Suasana kerja yang harmonis dan penuh kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, menunjukkan eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

Pengelasan besi tiang pylon merupakan salah satu tahapan krusial dalam pembangunan jembatan gantung. Tiang pylon memiliki fungsi yang sangat penting karena akan menjadi struktur utama penyangga kabel sling yang menopang keseluruhan konstruksi jembatan. Oleh karena itu, proses pengerjaan dilakukan secara cermat dan teliti guna memastikan setiap sambungan konstruksi memiliki kekuatan yang optimal serta memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan.

Babinsa Posramil Lawe Sumur, Pelda Dody Harnizar, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis hingga saat ini terus mengalami kemajuan yang signifikan. Berdasarkan hasil pelaksanaan di lapangan, progres pembangunan telah mencapai sekitar 73 persen dan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

“Pengelasan besi pylon yang kami kerjakan hari ini merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan jembatan. Struktur ini nantinya akan berfungsi sebagai penyangga utama kabel jembatan sehingga harus dikerjakan dengan teliti dan sesuai spesifikasi teknis. Kami bersama masyarakat terus berupaya agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target yang telah ditentukan,” ujar Pelda Dody Harnizar.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan jembatan merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa tidak hanya untuk membantu pekerjaan fisik semata, tetapi juga memberikan motivasi serta mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur di daerah tidak terlepas dari sinergi yang baik antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Oleh sebab itu, kerja sama yang telah terjalin selama ini harus terus dipelihara agar setiap program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Selama proses pengerjaan berlangsung, warga Desa Teger Miko terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan pekerjaan. Dengan sukarela mereka membantu mengangkat material besi, menyiapkan peralatan kerja, merakit komponen konstruksi, hingga mendukung berbagai kebutuhan teknis lainnya di lapangan. Partisipasi aktif masyarakat tersebut menjadi salah satu faktor penting yang turut mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan.

Masyarakat menyadari bahwa keberadaan Jembatan Gantung Perintis nantinya akan memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan mereka. Selama ini, akses penghubung antarwilayah masih menghadapi berbagai kendala, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Dengan hadirnya jembatan yang lebih kuat dan aman, mobilitas warga akan menjadi lebih lancar dan efisien.

Selain mempermudah aktivitas sehari-hari, jembatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Akses transportasi yang lebih baik akan mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan menuju pasar, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan warga. Tidak hanya itu, jembatan juga akan memudahkan akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pusat pemerintahan, dan berbagai sarana umum lainnya.

Pelda Dody Harnizar menegaskan bahwa seluruh pekerjaan pembangunan dilaksanakan dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja. Setiap material yang digunakan telah melalui perencanaan teknis yang matang agar mampu menghasilkan konstruksi jembatan yang kokoh, aman, dan tahan lama.

“Kami bersama masyarakat akan terus bekerja sama menyelesaikan setiap tahapan pembangunan hingga tuntas. Semangat gotong royong yang selama ini terjalin menjadi modal utama dalam mempercepat pembangunan. Kami optimistis dengan kerja keras dan kebersamaan yang ada, Jembatan Gantung Perintis ini dapat segera selesai dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Keberhasilan pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan tepat sasaran. Semangat gotong royong yang terus terjaga juga mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 73 persen, masyarakat berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar hingga selesai. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diyakini akan menjadi sarana penghubung yang vital, memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendukung terciptanya kesejahteraan yang lebih baik bagi warga Desa Teger Miko dan desa-desa sekitarnya di Kecamatan Lawe Sumur.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update