Banda Aceh - Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Fikri Aceh menggelar Seminar Parenting dan Bazar Buku di Ballroom Hotel The Pade, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Gramedia dan Komite Sekolah serta diikuti oleh ratusan orang tua dan guru.
Mengusung visi keluarga Islami “Qu Anfusakum wa Ahlikum Nara” dengan tema “Bahagia di Dunia, Reuni di Surga”, seminar menghadirkan dai nasional dan juru aksi Indonesia, Ustadz Subki Al Bughury, sebagai narasumber utama. Acara dipandu oleh Baiquni Hasbi, dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Dalam pemaparannya, Ustadz Subki Al Bughury menegaskan bahwa pembentukan karakter dan perkembangan anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan di sekolah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan lingkungan sosial tempat anak tumbuh.
“Pendidikan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk kepribadian anak. Setelah itu, lingkungan tempat tinggal dan pergaulan juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter mereka,” ujarnya.
Menurutnya, selain faktor pendidikan dan lingkungan, terdapat satu faktor penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu hidayah atau petunjuk dari Allah SWT. Karena itu, orang tua perlu senantiasa mendoakan anak-anaknya agar tumbuh menjadi generasi yang saleh dan berakhlak mulia.
“Doa orang tua memiliki kekuatan yang luar biasa. Karena itu, jangan pernah lelah mendoakan anak-anak kita agar selalu berada dalam jalan kebaikan,” katanya.
Ustadz Subki juga menyoroti pentingnya keteladanan orang tua dalam proses tumbuh kembang anak. Menurutnya, anak merupakan peniru yang sangat baik sehingga apa yang dilakukan orang tua sehari-hari akan mudah dicontoh oleh mereka.
“Anak adalah pencontoh yang ulung. Jika ingin anak memiliki kebiasaan baik, maka orang tua harus terlebih dahulu memberikan contoh yang baik di rumah,” jelasnya.
Ia mengajak para orang tua untuk membiasakan anak dengan hal-hal positif sejak dini, termasuk menumbuhkan budaya literasi melalui pemberian hadiah berupa buku serta menciptakan suasana rumah yang mendukung pembelajaran dan pembentukan karakter.
“Biasakan dengan hal-hal sederhana yang bermanfaat, seperti menghadiahkan buku kepada anak. Dengan begitu, minat baca dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dapat tumbuh sejak usia dini,” tambahnya.
Sementara itu Ketua I Yayasan SIT Nurul Fikri Aceh Wayir Nuri, S.H, menyebutkan bahwa Seminar parenting ini menjadi bagian dari upaya SIT Nurul Fikri Aceh dalam memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi masa depan, karena menurutnya sekolah tidak bisa bergerak sendiri tanpa dukungan dari orang tua.
"Melalui kegiatan ini, SIT Nurul Fikri Aceh berharap kolaborasi dengan orang tua semakin kuat. Kemudian memahami peran strategis keluarga dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia, sehingga cita-cita mewujudkan keluarga yang bahagia di dunia dan berkumpul kembali di surga dapat tercapai," pungkasnya.
Wayir juga berharap melalui kegiatan seminar parenting ini, para peserta mendapatkan ilmu, inspirasi, dan motivasi untuk menjadi orang tua yang lebih bijaksana dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak.
Pada kesempatan yang sama Komite SIT Nurul Fikri Aceh Syurkani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Menurutnya Seminar parenting bukan sekadar agenda sekolah, tetapi merupakan wadah untuk mempererat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak-anak.
Menurutnya menjadi orang tua adalah amanah yang luar biasa, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, orang tua dituntut untuk terus belajar, memperbaiki pola komunikasi, memberikan keteladanan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang penuh cinta dan nilai-nilai keislaman.
"Anak-anak tidak hanya membutuhkan fasilitas terbaik, tetapi juga membutuhkan kehadiran, perhatian, doa, dan teladan dari kedua orang tuanya," pungkasnya.