Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kodim 0108/Aceh Tenggara Bersama Warga Angkat Tiang Pancang Pylon Jembatan Gantung Perintis di Ds. Kuta Ujung, Aceh Tenggara

Sabtu, 20 Juni 2026 | 12.34 WIB Last Updated 2026-06-20T14:34:24Z
Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan, kekompakan, dan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan kembali terlihat dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat bahu-membahu mengangkat dan menyeberangkan tiang pancang pylon yang merupakan salah satu komponen utama dalam konstruksi jembatan, Jumat (19/06/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah material tiang pancang pylon tiba di lokasi pembangunan. Karena ukuran material yang cukup besar serta memiliki bobot yang berat, proses pemindahan menuju titik pemasangan membutuhkan tenaga, koordinasi, dan kerja sama yang baik dari seluruh pihak yang terlibat. Dengan mengedepankan semangat gotong royong, Babinsa bersama masyarakat secara bersama-sama melakukan pengangkutan material agar dapat sampai ke lokasi pekerjaan dengan aman dan lancar.

Di tengah proses pengerjaan, suasana kebersamaan begitu terasa. Warga dari berbagai kalangan turut hadir memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menjadi penyemangat bagi warga agar tetap antusias dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan tersebut.

Babinsa Desa Kuta Ujung, Serma Musliyadi, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan salah satu proyek infrastruktur yang sangat dinantikan oleh masyarakat karena akan menjadi sarana penghubung yang penting bagi aktivitas sehari-hari warga.

“Jembatan ini nantinya akan menjadi akses vital yang menghubungkan wilayah yang selama ini cukup sulit dijangkau. Dengan adanya jembatan tersebut, mobilitas masyarakat akan semakin mudah, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun aktivitas sosial lainnya. Karena itu, masyarakat sangat mendukung proses pembangunannya,” ujar Serma Musliyadi.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh aparat kewilayahan. Selain membantu masyarakat, kehadiran Babinsa juga bertujuan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, aman, tertib, dan tepat sasaran.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan tidak hanya membutuhkan dukungan anggaran dan material, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat. Oleh karena itu, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Kuta Ujung menjadi modal penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan tersebut.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami berkewajiban untuk selalu hadir dan mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan. Selain melakukan pengawasan dan monitoring, kami juga berupaya memberikan motivasi agar semangat kebersamaan dan gotong royong tetap terjaga,” tambahnya.

Proses pengangkatan dan penyeberangan tiang pancang pylon menuju lokasi pembangunan dilakukan secara bertahap dengan penuh kehati-hatian. Medan yang cukup menantang serta kondisi lingkungan di sekitar lokasi tidak menyurutkan semangat para Babinsa dan warga untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan koordinasi yang baik, seluruh material berhasil dipindahkan menuju titik yang telah ditentukan untuk selanjutnya dipasang sebagai bagian dari struktur utama jembatan.

Serma Musliyadi menambahkan bahwa keberadaan TNI di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pendamping pembangunan, tetapi juga sebagai mitra yang senantiasa mendorong terciptanya persatuan, kekompakan, dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

“Kami ingin terus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan. Dengan saling membantu dan bekerja sama, pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan dan hasilnya pun akan lebih maksimal. Inilah nilai gotong royong yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ungkapnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam mendukung akses transportasi dan distribusi hasil pertanian maupun kebutuhan pokok warga.

Masyarakat Desa Kuta Ujung menyambut baik keterlibatan Babinsa dalam setiap tahapan pembangunan. Mereka mengaku merasa terbantu dan termotivasi dengan kehadiran aparat TNI yang selalu aktif mendampingi serta memberikan semangat kepada warga selama proses pengerjaan berlangsung.

Dengan terjalinnya kerja sama yang solid antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis diharapkan dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan. Keberadaan jembatan tersebut nantinya diyakini akan menjadi sarana vital yang mampu memperlancar akses transportasi, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, mempermudah akses pendidikan dan kesehatan, serta membuka peluang yang lebih besar bagi kemajuan Desa Kuta Ujung dan wilayah sekitarnya.

Melalui semangat gotong royong yang terus terpelihara, pembangunan Jembatan Gantung Perintis menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan rakyat merupakan kekuatan besar dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update