BIREUEN– Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim bertemu 21 bidan dan 10 Penyuluh KB di Balai Jeumpa, Bireuen, Senin 23/6. Pertemuan ini fokus penguatan dan evaluasi Tim Pendamping Keluarga TPK, khususnya unsur bidan, untuk mempercepat penurunan stunting di Kecamatan Jeumpa.
Safrina menegaskan setiap petugas harus bekerja sesuai tugas dan kompetensi. “Setiap kita bisa bekerja sesuai tugas dan kompetensi masing-masing, mari bersama kita memutus mata rantai stunting, jangan sampai lahir stunting baru,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia meminta bidan memastikan setiap ibu bersalin langsung menggunakan kontrasepsi pasca salin KBPP. Pencatatan lapangan juga wajib masuk sistem. “Harapannya setiap ibu bersalin dapat langsung menggunakan alat kontrasepsi pasca salin KBPP. Setiap yang dilakukan di lapangan dapat tercatat di SIGA begitu juga di Elsimil,” tambahnya.
Ketua DPC IPEKB Bireuen turut hadir mendampingi. Dalam arahannya, Safrina mengingatkan PKB agar bersinergi dengan TPK dan memahami fungsi masing-masing. Ia juga menyoroti etika berorganisasi PKB yang mulai bergeser dan berpotensi mengganggu keharmonisan dengan OPDKB.
Safrina menegaskan PKB dilarang terlibat langsung dalam pengelolaan anggaran. Disiplin kerja juga jadi perhatian. “Pastikan waktu kerja 7 jam setengah. Saya harap untuk nilai SKP jangan sampai ada nilai SKP ‘cukup’ di Bireuen,” tegasnya.
Pertemuan ini diharapkan mempertegas peran bidan dan PKB sebagai garda depan TPK. Dengan sinergi yang rapi dan pencatatan akurat, BKKBN Aceh optimistis target nol stunting baru di Jeumpa bisa dicapai.