Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Penderita Penyakit Kulit Langka Butuh Uluran Tangan, PWI Aceh Besar Siap Fasilitasi pada Pihak Terkait

Sabtu, 23 April 2022 | 13.11 WIB Last Updated 2022-04-23T06:11:58Z
Aceh Besar –  Jhody Pratama (22), warga Gampong Geundring, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar mengidap penyakit kulit langka sejak berumur 10 tahun butuh uluran tangan.

Jhody Pratama merupakan pemuda Aceh yang menderita sakit kulit langka sejak usia 10 tahun. Walau sudah menjalani berbagai pengobatan dari medis hingga alternatif, di Aceh dan Sumatera Utara, namun sakit yang diderita tak kunjung sembuh.

Bahkan saat berusia 18 tahun, sakit yang diderita telah menyebabkan Jhody mengalami gangguan indera penglihatan.

Namun pada akhir tahun 2020, dengan bantuan sebuah lembaga kemanusiaan, Jhody menjalani operasi mata di RSUDZA Banda Aceh, hingga dapat kembali melihat.

Saat Kanalinspirasi.com berkunjung ke rumahnya, Kamis 21 April 2022, usai waktu berbuka puasa, Jhody terlihat sedang mengaji.

Jhody tinggal bersama ibu dan adiknya, di rumah sewa milik desa, di gampong Geundring, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, tidak jauh dari Studio Aceh TV.

Kunjungan redaksi Kanalinspirasi.com dan Aceh TV dalam rangka mengantar amanah titipan sumbangan untuk Jhody.

Dari keterangan sang ibu, Latifah Hanum, selama mengalami sakit, memang pernah menerima sumbangan dari sejumlah pihak.

Pada tahun 2020, mereka menerima bantuan sumbangan biaya perawatan Rp 1 juta dari Pemerintah Aceh dan kemudian dari Dinas Sosial Aceh Besar.

“Alhamdulillah, dua tahun lalu kami pernah menerima bantuan untuk perawatan Jhody,” katanya.

Sementara dari desa, lanjut Latifah, pernah menerima bantuan BLT dua kali sebesar Rp 600 ribu. Selain itu juga ada masyarakat sekitar yang menyerahkan zakat beras saat musim panen padi di desa Geundring.

“Kami juga berterima kasih pada pemerintah gampong dan pak Keuchik, yang sudah membolehkan kami menyewa rumah milik desa dengan kemudahan bayar sewa dengan dicicil,’’ lanjutnya.

Namun dalam setahun terakhir, Latifah mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan perawatan Jhody, seperti obat salep gatal, minyak zaitun, sabun dan madu.

“Kalau tidak dirawat rutin, kondisi kesehatan Jhody akan memburuk dan dia akan merasa gatal dan perih, kulitnya nya juga semakin banyak mengelupas,” jelas Latifah.

Menurut Latifah, untuk kebutuhan perawatan Jhody paling sedikit mereka butuh dana hingga Rp 1 juta perbulan. Uang sejumlah itu sangat sulit diperoleh, dengan penghasilan ayah tiri Jhody yang hanya bekerja sebagai buruh tidak tetap atau “mocok-mocok”.

“Kami sangat mengharapkan ada bantuan dari pihak manapun untuk membantu biaya kebutuha perawatan Jhody, walau selama ini sudah pasrah hanya memohon pada Allah,” kata Latifah.

Sementara itu Koordinator Aceh TV Peduli, Jufrizal mengatakan, sejak dua tahun terakhir pihaknya melakukan pendampingan dan mencoba mencari sumber bantuan rutin untuk pengobatan dan perawatan Jhody.

“Kita akan mencoba menyampaikan permohonan bantuan untuk warga sakit kronis tahunan seperti Jhody, kepada pihak pemerintah, seperti Dinas Sosial dan Baitul Mal Aceh, semoga ada kemudahan,” kata Jufrizal, yang baru terpilih sebagai Ketua PWI Aceh Besar.(*)
×
Berita Terbaru Update