BANDA ACEH – Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Aceh mulai tancap gas. Dalam rapat koordinasi Rabu, 17 Oktober 2026 di Banda Aceh, pengurus menetapkan target pembentukan Pengcab/Pemkot di minimal 14 kabupaten/kota hingga sejumlah agenda besar, termasuk pengiriman tim ke turnamen internasional di Turki.
Langkah pembentukan struktur ini jadi prioritas. Sebanyak 14 wilayah telah memiliki koordinator masing-masing. Di antaranya Banda Aceh (Saifullah, ST), Aceh Besar (Syafrizal), Bireuen (Iqbal), Pidie (Ronal & Mahfud), Aceh Tamiang, Langsa dan Aceh Timur (Muktar-Zubir), hingga Subulussalam (Ade Rusli Bintang).
Untuk Aceh Utara akan dilakukan komunikasi ulang dengan pengurus yang sudah ber-SK sebelumnya. Sementara 7 wilayah lain seperti Bener Meriah, Aceh Selatan, Singkil, dan Nagan Raya akan menyusul tahap kedua.
Selain ekspansi organisasi, rapat juga menyepakati 4 agenda penting:
*1. Liga Santri Diundur ke November 2026*
*2. Road to Turki:* KSMI Aceh pastikan kirim tim ke liga internasional di Turki. Atlet wajib lampirkan profil lengkap, dan terbuka untuk rekomendasi dengan biaya mandiri.
*3. Kejurda Desember 2026:* Charles Wibawa, ST ditunjuk sebagai Ketua Panitia.
*4. Sekretariat Sementara* beroperasi di Kantor Media Aceh, Kampung Kramat, Banda Aceh
"Ini awal penguatan kelembagaan KSMI di seluruh penjuru Aceh. Ekosistem sepakbola mini harus tertata untuk melahirkan atlet unggul," tegas Muktarudin ketua KSMI Aceh dan didampingi oleh Sekretaris M. Zubir, S.H., M.H.