Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Inflasi Aceh September 2026 Capai 5,03 Persen, Harga Cabai Merah Jadi Pemicu Utama

Senin, 05 Oktober 2026 | 20.28 WIB Last Updated 2026-10-06T09:28:44Z
BANDA ACEH — Inflasi Provinsi Aceh pada September 2026 tercatat sebesar 0,36 persen secara bulanan (mtm) atau 5,03 persen secara tahunan (yoy). Kenaikan harga cabai merah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tekanan inflasi pada periode tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah dalam laporan perkembangan inflasi Aceh, kenaikan harga cabai merah memberikan andil inflasi bulanan sebesar 0,34 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi sentra produksi cabai di Aceh Tengah yang masih berada dalam fase tanam, dengan panen diperkirakan berlangsung pada akhir Oktober hingga November.

Selain itu, musim kemarau panjang turut menekan harga cabai secara nasional. Tekanan inflasi juga berasal dari meningkatnya permintaan sejumlah bahan pangan, terutama daging ayam ras, seiring perayaan Maulid Nabi, serta meningkatnya biaya pakan ternak.

Secara spasial, Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 5,86 persen, disusul Aceh Tamiang 5,79 persen, Kota Banda Aceh 4,69 persen, Kota Lhokseumawe 4,59 persen, dan Meulaboh 3,61 persen.

Untuk inflasi tahunan, komoditas yang memberikan andil terbesar antara lain beras sebesar 0,62 persen, nasi dengan lauk 0,56 persen, emas perhiasan 0,33 persen, bensin 0,29 persen, serta daging ayam ras 0,27 persen.

Tekanan harga pangan menjadi perhatian karena komoditas pangan secara historis merupakan salah satu penyebab inflasi di Aceh. Komoditas dengan risiko tinggi antara lain cabai merah, sementara beras dan bawang merah juga menjadi komoditas yang kerap memengaruhi inflasi.

Untuk mengendalikan inflasi, TPID Aceh sepanjang 2026 telah menjalankan berbagai langkah melalui kerangka 4K yang disinergikan dengan program Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS). Langkah tersebut mencakup fasilitasi distribusi pangan, pengendalian ekspektasi masyarakat, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan kerja sama antar daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Sejumlah fasilitasi distribusi pangan juga telah dilakukan, antara lain untuk gula, telur ayam ras, minyak goreng, tomat, beras premium, hingga cabai merah. Khusus cabai merah, fasilitasi distribusi pangan pada September 2026 mencapai 36,78 ton.

Upaya pengendalian juga diarahkan pada kelancaran distribusi dan peningkatan produksi pangan melalui dukungan sarana pertanian, pelatihan petani, serta penguatan kerja sama antar daerah. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga pasokan dan keterjangkauan harga komoditas pangan strategis di Aceh.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update