JAKARTA – Brigjen TNI Mahesa Fitriadi resmi menjabat Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) setelah mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di Aula AH Nasution, Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Mahesa Fitriadi menggantikan Mayjen TNI Joko Hadi Susilo yang mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi (Pati) Sahli Tingkat III Manajemen Bidang Sistem Pertahanan Negara (Sishanneg) Kasad.
Dalam amanatnya, Kasad menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dan berkesinambungan antara TNI AD dengan pemerintah daerah, insan media, serta masyarakat. Komunikasi tersebut dinilai penting untuk memastikan program dan kebijakan TNI AD dipahami secara luas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kasad juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama menjalankan tugas. Kepada pejabat baru, ia berpesan agar memahami dinamika situasi nasional dan global, memperkuat sinergi lintas instansi, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan inovasi.
Selain itu, kesiapsiagaan satuan, profesionalisme, dan soliditas organisasi menjadi perhatian penting dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
Penunjukan Mahesa Fitriadi sebagai Pangdam IM merupakan amanah strategis, terutama dalam mendukung pemeliharaan stabilitas keamanan dan pembangunan di Provinsi Aceh. Pengalaman serta pemahamannya terhadap karakteristik wilayah Aceh diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas Kodam Iskandar Muda dan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh komponen masyarakat.
Mahesa Fitriadi merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1995. Perwira tinggi TNI AD kelahiran Kota Bakti, Aceh, 28 Oktober 1973, ini memiliki pengalaman pendidikan militer dan akademik, di antaranya pendidikan Seskoad di Tiongkok pada 2012, Sesko TNI pada 2019, sarjana Administrasi Publik pada 2004, serta magister Manajemen pada 2022.
Sepanjang kariernya, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Komandan Detasemen Intelijen Kodam Iskandar Muda, Dandim 0104/Aceh Timur, Wakil Asisten Teritorial Kasdam Iskandar Muda, Dandim 0101/Banda Aceh, dan Asisten Teritorial Kasdam Iskandar Muda.
Sebelum dipercaya menjadi Pangdam IM, Mahesa menjabat Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam Iskandar Muda sejak Februari 2026.
Dengan pengalaman penugasan dan pemahaman terhadap wilayah Aceh, kepemimpinannya diharapkan mampu memperkuat pertahanan wilayah, menjaga stabilitas keamanan, serta meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan personel TNI AD untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan, meningkatkan kinerja satuan, serta memastikan kesiapan menghadapi perkembangan tantangan tugas.
Melalui kepemimpinan baru ini, Kodam Iskandar Muda diharapkan semakin profesional, solid, dan responsif dalam menjalankan tugas pokoknya serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi mendukung keamanan dan pembangunan di Aceh.