Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Wagub Aceh Apresiasi FKPA, Dorong Perempuan Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif

Rabu, 16 September 2026 | 21.11 WIB Last Updated 2026-09-16T15:12:21Z
BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E. atau Dek Fadh, mendorong perempuan Aceh memperkuat peran dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kontribusi perempuan terhadap pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Dek Fadh saat menghadiri secara daring melalui Zoom Meeting dari Kantor Penghubung Aceh di Jakarta, peringatan satu tahun Milad Forum Kreatif Perempuan Aceh (FKPA) di Kuala Village Resto, Banda Aceh, Rabu (16/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dek Fadh menyampaikan ucapan selamat atas Milad pertama FKPA sekaligus mengapresiasi organisasi tersebut sebagai wadah bagi perempuan Aceh untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kompetensi, membangun kemandirian, dan memperluas kontribusi dalam pembangunan.

“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan selamat Milad yang pertama kepada FKPA. Satu tahun mungkin merupakan usia yang relatif muda bagi sebuah organisasi, tetapi satu tahun pertama merupakan masa yang sangat penting untuk membangun fondasi, memperkuat kebersamaan, dan menentukan arah perjalanan ke depan,” ujar Dek Fadh.

Menurutnya, semangat perjuangan perempuan Aceh yang diwariskan tokoh-tokoh seperti Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dhien dan Pocut Meurah Intan perlu terus dihidupkan dalam konteks kekinian.

Ia menilai perjuangan perempuan saat ini tidak hanya berlangsung di ruang fisik, tetapi juga melalui pendidikan, kewirausahaan, teknologi, ekonomi kreatif, seni, budaya, dan berbagai sektor pembangunan.

Dek Fadh berharap FKPA menjadi ruang aktualisasi perempuan Aceh sekaligus tempat lahirnya gagasan, inovasi, dan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas

Wagub Aceh juga menyoroti potensi besar UMKM yang dijalankan perempuan di Aceh. Usaha tersebut mencakup usaha rumah tangga, kerajinan, kuliner, fesyen, hingga berbagai produk kreatif lainnya.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah mendorong usaha-usaha tersebut agar naik kelas melalui peningkatan kualitas produk dan kemasan, pemanfaatan pasar digital, akses pembiayaan, serta perluasan pasar hingga tingkat nasional dan internasional.

“Tantangannya sekarang adalah bagaimana usaha tersebut dapat naik kelas, memiliki kualitas dan kemasan yang lebih baik, masuk ke pasar digital, memperoleh akses pembiayaan, dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Dek Fadh turut mengapresiasi penandatanganan MoU antara FKPA dengan Bank Indonesia dan Bank Syariah Nasional.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi diwujudkan dalam program konkret yang dapat memperkuat kapasitas dan usaha perempuan di Aceh.

“Kami berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar melahirkan program yang memperkuat kapasitas, pembiayaan, literasi keuangan, digitalisasi, dan pemasaran bagi perempuan pelaku usaha di Aceh,” ungkapnya.

Selain sektor ekonomi, Dek Fadh menekankan pentingnya menjaga kreativitas perempuan Aceh agar tetap berakar pada identitas dan kekayaan budaya daerah.

Menurutnya, busana, kuliner, kerajinan, seni, dan tradisi Aceh tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi kreatif.

Pemerintah Aceh, kata Dek Fadh, siap membuka ruang kolaborasi dengan FKPA. Ia juga berharap FKPA memperluas jaringan hingga tingkat kabupaten/kota dan gampong sehingga manfaat organisasi semakin dirasakan perempuan di seluruh Aceh.

“Mari kita jadikan perempuan Aceh bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku, penggerak, dan pemimpin pembangunan Aceh,” pungkasnya.

Peringatan satu tahun Milad FKPA tersebut turut dihadiri H. Sulaiman Abda, anggota Majelis Tuha Peut Wali Nanggroe Aceh, Ketua FKPA Hj. Kartini NI bersama jajaran pengurus, Kepala DP3A, Ketua DMDI Aceh, serta para ketua dan jajaran DPD FKPA kabupaten/kota se-Aceh yang terdiri dari para istri bupati/wali kota dan istri sekretaris daerah kabupaten/kota se-Aceh.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update