Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kodim 0118/Agara Angkut Material Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kati Maju Aceh Tenggara

Rabu, 03 Juni 2026 | 14.42 WIB Last Updated 2026-06-03T07:54:09Z
Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali ditunjukkan oleh Babinsa jajaran Kodim 0118/Aceh Tenggara bersama masyarakat dalam proses pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (02/06/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata sinergitas antara TNI dan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Dalam kegiatan itu, Babinsa bersama warga secara bersama-sama mengangkat semen, pasir, serta berbagai material lainnya yang akan digunakan untuk pengecoran pondasi jembatan gantung perintis.

Sejak pagi hari suasana kebersamaan sudah terlihat di lokasi kegiatan. Babinsa bersama masyarakat tampak kompak menurunkan material bangunan dari kendaraan pengangkut, kemudian memindahkannya secara manual menuju titik pembangunan jembatan. Meski medan yang dilalui cukup menantang dan pekerjaan membutuhkan tenaga ekstra, hal tersebut tidak mengurangi semangat warga dan aparat TNI untuk terus bekerja bersama demi mempercepat proses pembangunan.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari warga. Selain membantu tenaga dalam pengerjaan fisik, Babinsa juga memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat agar tetap menjaga kekompakan dan terus mempertahankan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan sosial masyarakat Aceh Tenggara.

Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaan.

Menurutnya, pembangunan jembatan gantung perintis sangat penting bagi masyarakat Desa Kati Maju dan desa-desa di sekitarnya, karena selama ini akses penghubung antarwilayah masih menjadi salah satu kendala utama bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan tugas kewilayahan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat. Melalui kegiatan gotong royong seperti ini, hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik,” ujar Peltu Jumadin Selian.

Ia menambahkan bahwa kegiatan gotong royong tersebut juga merupakan bagian dari pelaksanaan Komunikasi Sosial (Komsos) yang rutin dilakukan aparat teritorial guna mempererat hubungan emosional, membangun kedekatan, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Bersama rakyat, pekerjaan seberat apa pun akan terasa lebih ringan. Membantu masyarakat merupakan bentuk nyata pengabdian Babinsa di wilayah binaan sekaligus upaya menjaga kebersamaan dan solidaritas yang selama ini sudah terjalin dengan baik,” tambahnya.

Dalam proses pembangunan, Babinsa bersama masyarakat terlihat saling membantu mengangkut material cor pondasi secara bergantian. Kekompakan yang terjalin mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan jembatan yang nantinya akan menjadi akses penting bagi aktivitas warga.

Pembangunan jembatan gantung tersebut diharapkan mampu membuka akses transportasi yang lebih mudah, aman, dan efisien bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, pertanian, perkebunan, serta pelayanan kesehatan. Selama ini warga masih mengalami kesulitan ketika melintasi jalur penghubung, khususnya pada saat musim hujan dan debit air sungai meningkat.

Selain membantu mempercepat mobilitas masyarakat, keberadaan jembatan nantinya juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga. Distribusi hasil pertanian dan perkebunan diharapkan menjadi lebih lancar sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Ketambe.

Keterlibatan Babinsa dalam setiap tahapan pembangunan juga bertujuan memastikan proses pekerjaan berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai rencana. Kehadiran aparat kewilayahan di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta menjadi motivasi dalam menjaga semangat kebersamaan selama proses pembangunan berlangsung.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami harus selalu hadir di tengah masyarakat, menjaga hubungan yang harmonis, serta memberikan dukungan terhadap setiap kegiatan yang membawa manfaat bagi kepentingan warga,” pungkas Peltu Jumadin Selian.

Pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Kati Maju hingga saat ini terus dikebut agar segera rampung dan dapat digunakan masyarakat. Semangat gotong royong yang diperlihatkan Babinsa bersama warga menjadi bukti bahwa kebersamaan dan solidaritas sosial masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa serta mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update