Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kodim 0108/Agara mulai Pasang Tali Sling Jembatan Gantung di Ds. Teger Miko, Aceh Tenggara

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08.33 WIB Last Updated 2026-06-27T02:07:30Z
Aceh Tenggara – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Memasuki salah satu tahapan paling krusial dalam proses konstruksi, personel Babinsa Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat kembali bergotong royong melaksanakan pemasangan dan pengikatan tali sling sebagai penyangga utama jembatan, Kamis (25/06/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Sejak pagi hari, Babinsa bersama warga bahu-membahu melakukan berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari penarikan sling baja, pembentangan dari satu sisi ke sisi lainnya, hingga proses pengikatan dan penguncian. Seluruh pekerjaan dilakukan secara cermat dan penuh kehati-hatian mengingat tali sling merupakan komponen utama yang menentukan kekuatan, kestabilan, serta keamanan konstruksi jembatan gantung.

Tahap pemasangan tali sling menjadi bagian yang sangat penting dalam pembangunan jembatan karena sling berfungsi sebagai penopang utama seluruh konstruksi. Dengan mulai terpasangnya sling baja, bentuk fisik jembatan kini mulai terlihat dengan jelas. Kondisi tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat Desa Teger Miko yang selama bertahun-tahun mendambakan hadirnya akses penyeberangan yang lebih aman, mudah, dan layak untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan, mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan jembatan merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus implementasi kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, Babinsa tidak hanya hadir untuk melakukan pendampingan, tetapi juga terjun langsung bekerja bersama masyarakat agar pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.

"Pemasangan tali sling merupakan salah satu tahapan yang sangat menentukan dalam pembangunan jembatan gantung. Seluruh proses harus dilakukan dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian karena berkaitan langsung dengan kekuatan dan keamanan konstruksi. Oleh sebab itu, Babinsa bersama masyarakat bekerja sama memastikan setiap tahapan dilaksanakan sesuai prosedur dan standar teknis sehingga jembatan nantinya benar-benar kokoh, aman, dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang," ujar Pelda Ahmad Saan.

Ia menjelaskan, proses pemasangan dimulai dengan penarikan serta pembentangan tali sling baja dari satu sisi menuju sisi lainnya yang akan menjadi fondasi utama konstruksi jembatan. Setelah posisi sling berada pada titik yang telah ditentukan, pekerjaan dilanjutkan dengan proses pengencangan menggunakan peralatan khusus seperti tirfor dan chain block. Penggunaan alat tersebut bertujuan untuk memperoleh tingkat ketegangan sling yang sesuai dengan perhitungan teknis sehingga mampu menopang beban jembatan secara maksimal tanpa mengalami kelonggaran.

Selanjutnya, setelah posisi tali sling dinyatakan tepat dan stabil, dilakukan proses penguncian menggunakan klem tali sling atau yang dikenal di lapangan dengan istilah "kuku macan". Tahapan ini memiliki fungsi yang sangat penting untuk memastikan tali sling tidak bergeser dari posisinya serta mampu mempertahankan kekuatan konstruksi ketika jembatan mulai digunakan oleh masyarakat.

Menurut Pelda Ahmad Saan, keberhasilan pembangunan Jembatan Gantung Perintis hingga saat ini tidak terlepas dari tingginya partisipasi masyarakat Desa Teger Miko. Setiap hari warga dengan sukarela hadir membantu berbagai pekerjaan konstruksi, mulai dari pengangkutan material, pemasangan komponen jembatan, hingga pekerjaan teknis lainnya sesuai kemampuan masing-masing.

"Kerja sama antara TNI dan masyarakat selama proses pembangunan berjalan sangat baik. Walaupun pekerjaan ini cukup berat dan membutuhkan tenaga ekstra, seluruh kegiatan dapat diselesaikan dengan semangat gotong royong, rasa tanggung jawab, dan kekeluargaan yang sangat kuat. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan jembatan," tambahnya.

Semangat gotong royong yang terus terpelihara menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat mampu melahirkan pembangunan yang berkualitas sekaligus mempererat hubungan emosional antara aparat teritorial dengan warga binaannya. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya membantu pekerjaan fisik, tetapi juga memberikan motivasi agar masyarakat terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun desanya.

Masyarakat Desa Teger Miko menyambut baik pembangunan jembatan gantung tersebut karena diyakini akan membawa perubahan besar terhadap kehidupan mereka. Selama ini, keterbatasan akses penyeberangan menjadi salah satu kendala utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama bagi petani yang mengangkut hasil panen, anak-anak yang menuju sekolah, serta warga yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan dan pusat perekonomian.

Dengan semakin terlihatnya bentuk dan struktur Jembatan Gantung Perintis setelah pemasangan tali sling, optimisme masyarakat terhadap penyelesaian pembangunan semakin meningkat. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, membuka akses ekonomi baru, serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Selain menjadi sarana penghubung antarwilayah, pembangunan Jembatan Gantung Perintis juga menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah. Melalui semangat kebersamaan, kerja keras, dan gotong royong yang terus terjaga, diharapkan pembangunan jembatan dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Teger Miko dan wilayah sekitarnya sebagai infrastruktur yang aman, kokoh, dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update