Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Apresiasi Kondusivitas Malam Tahun Baru 2026, Rakhmad Sajuli: Bukti Sinergi yang Kuat Antara Pemerintah dan Rakyat

Kamis, 01 Januari 2026 | 20.25 WIB Last Updated 2026-01-01T13:25:26Z
BANDA ACEH – Suasana malam pergantian tahun 2026 di Kota Banda Aceh berlangsung khidmat dan sunyi dari hiruk-pikuk pesta. Tidak ada dentuman kembang api, bunyi terompet, maupun aksi balap liar yang biasanya mewarnai malam pergantian tahun. Kondisi ini mendapat apresiasi khusus dari Ketua DPD Partai Ummat Kota Banda Aceh, Rakhmad Sajuli, SE.

Hadir langsung di kawasan Simpang Lima memantau situasi bersama unsur Forkopimda, Rakhmad Sajuli menyatakan dukungannya atas langkah tegas Pemerintah Kota Banda Aceh. Ia menilai kebijakan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah dalam menerbitkan imbauan larangan perayaan tahun baru sudah sangat tepat dan sejalan dengan identitas daerah.

"Kami mengapresiasi tinggi langkah Wali Kota dan jajaran Forkopimda yang telah konsisten menjaga marwah kota ini. Larangan perayaan tahun baru dengan cara yang bertentangan dengan prinsip keagamaan dan budaya lokal adalah wujud nyata perlindungan terhadap syariat Islam di Aceh," ujar Rakhmad Sajuli, SE kepada media, Kamis (1/1/2026).

Tokoh muda Partai Ummat ini juga memuji kedewasaan warga Banda Aceh yang semakin memahami nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, keberhasilan mencapai "Zero Perayaan" malam tahun baru adalah bukti sinergi yang kuat antara pemerintah dan rakyat.

"Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Banda Aceh. Malam ini kita membuktikan bahwa warga sangat memahami bahwa penyambutan tahun baru Masehi secara berlebihan memang tidak sesuai dengan adat dan budaya kita," tambahnya.

Lebih lanjut, Rakhmad Sajuli mengingatkan bahwa ketenangan malam pergantian tahun ini juga menjadi bentuk empati kolektif masyarakat terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah di daerah lain.

"Perayaan hura-hura sangat tidak relevan, apalagi saat ini Aceh sedang berduka dengan adanya musibah banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk refleksi diri, bukan berpesta," tegas Rakhmad.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aparat gabungan tampak berjaga ketat di titik-titik krusial seperti Bundaran Simpang Lima. Saat jarum jam menunjukkan pukul 00.00 WIB, suasana tetap tenang tanpa adanya gangguan keamanan maupun pelanggaran syariat.

Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal juga senada dengan Rakhmad, mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi yang kondusif sejak patroli dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga detik-detik pergantian tahun.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update