Banda Aceh, 30 November 2025 — Upaya penanganan dampak bencana di Aceh mendapat dorongan signifikan dengan tibanya bantuan medis berskala besar dari Malaysia. Sebanyak 2 ton obat-obatan dan alat kesehatan mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Sabtu (29/11) pukul 19.00 WIB, menggunakan pesawat kargo khusus dari Kuala Lumpur.
Bantuan yang berjumlah 2 juta pieces ini merupakan pengiriman medis internasional pertama yang berhasil mencapai Aceh sejak diterjang Badai Siklon Senyar (Cyclone Senyar) pada 22 November 2025. Badai tersebut telah menyebabkan kerusakan parah dan memicu bencana hidrometeorologi ekstrem di berbagai wilayah Aceh.
Kerusakan dan Korban Akibat Siklon Senyar
Siklon Senyar memicu hujan ekstrem dengan intensitas lebih dari 400 mm dalam dua hari, menyebabkan banjir bandang dan longsor besar. Data sementara yang dirilis oleh Posko Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Aceh mencatat dampak yang memprihatinkan:
Meninggal Dunia: 47 orang
Hilang: 19 orang
Mengungsi: Puluhan ribu warga
"Pengiriman obat-obatan dan alat kesehatan ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan darurat di posko-posko pengungsian dan fasilitas kesehatan yang terdampak," demikian keterangan dari Posko Penanggulangan Bencana Aceh.
Kolaborasi Kemanusiaan
Bantuan kemanusiaan dari Negeri Jiran ini disalurkan melalui kolaborasi antara Gomez Medical Services dan tim kemanusiaan Blue Sky Rescue Malaysia.
Kedatangan bantuan ini diharapkan dapat segera didistribusikan untuk penanganan cepat terhadap korban bencana dan pencegahan penyakit di lokasi pengungsian.
Pemerintah Aceh dan seluruh tim penanggulangan bencana menyampaikan apresiasi tinggi atas solidaritas cepat yang ditunjukkan oleh Malaysia.