Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Boat Terbakar Renggut Nyawa ABK, Masinis Alami Luka Bakar

Kamis, 02 Juni 2022 | 22.10 WIB Last Updated 2022-06-02T15:13:36Z
TAPAKTUAN – Kapal Motor (KM) Ariya Purnama terbakar di kolam Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Sawang Ba’u, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, pada Rabu (1/6/2022) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam musibah ini, satu Anak Buah Kapal (ABK) meninggal dunia dan seorang lainnya harus dilarikan ke Puskesmas setempat karena mengalami luka bakar.

Korban yang meninggal adalah Iqbal (30), pembantu masinis boat tersebut.

Sementara korban luka bakar adalah masinis kapal motor itu yang bernama Samsul (40).

Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, menyebutkan, kebakaran itu terjadi pada saat kedua korban sedang melakukan persiapan untuk melaut.

Sebelum musibah terjadi, terdengar bunyi ledakan keras yang disusul dengan munculnya kobaran api dan kepulan asap hitam dari boat tersebut.

Kabarnya, korban tidak bisa menyelamatkan diri karena terperangkap di dalam kapal motor itu saat terjadinya ledakan hingga kebakaran.

“Saat terjadi ledakan, korban terperangkap di bawah.

Begitu api berkobar, korban tidak bisa lagi menyelamatkan diri hingga terbakar di dalam lambung kapal,” ungkap Yulia Putra, warga setempat. Putra menambahkan, jenazah korban kemudian dievakuasi oleh tim gabungan.

Jenazah Iqbal sulit untuk dievakuasi karena kondisi tubuhnya sudah melapuk.

Informasi lain yang diperoleh Serambi, proses pemadaman api pada lambung kapal itu melibatkan dua mobil pemadam kebakaran.

Namun, kobaran api yang membubung tinggi sulit dipadamkan karena adanya tumpahan bahan bakar.

Hingga pukul 11.20 WIB, api di boat tersebut masih membara.

Panglima Laot Lhok Sawang Ba’u, Muhammad Nazir, mengungkapkan, saat kebakaran terjadi ada puluhan boat mangkal di kolam labuh PPI setempat.

Melihat kejadian itu, menurut Nazir, pemilik boat lain langsung menyelamatkan armada masing-masing untuk menghindari terimbas kebakaran tersebut.

“Sekitar pukul 09.00 WIB terdengar bunyi ledakan keras disusul kepulan asap hitam muncul dari salah satu kapal nelayan.

Kami perkirakan ada aktivitas di boat itu sebelum terbakar.

Puluhan boat lain buru-buru keluar dari PPI untuk menghindari terdampat insiden itu,” jelasnya.

“Ketika terjadi kebakaran, korban Samsul dan Ikbal serta beberapa nelayan sedang beraktivitas di dalam boat,” timpal Panglima Laot.

Pemilik KM Ariya Purnama, Kamaruzzaman, yang ditemui Serambi di lokasi kejadian, kemarin, mengungkapkan, ketika boat mulai dilalap api, dirinya masih di rumah.

“Setahu saya memang ada awak yang bekerja untuk persiapan melaut.

Musibah ini di luar pengetahuan kita, Bang,” ungkap Kamaruzzaman.

KM Aria Purnama merupakan salah satu kapal motor yang sudah setengah baya.

Harga boat dan seluruh kelengkapan melaut ditaksir sekitar Rp 1 miliar.

Perahu Terbalik, Nelayan Singkil Hilang

Sementara itu, Asalman (47), nelayan asal Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, tenggelam di laut.

Korban tenggelam lantaran perahu kayu yang ditumpangi Asalman bersama dua anaknya terbalik dihantam ombak pada Selasa (31/5/2022) malam.

Sementara itu, kedua anak korban berhasil selamat.

Informasi yang berhasil dihimpun Serambi dari berbagai sumber, Rabu (1/6/2022), menyebutkan kejadian itu berawal pada Selasa (31/5/2022) pukul 22.30 WIB, Asalman bersama dua anaknya, Erwin Kristian (27) dan Eliesi (11), naik perahu kayu menuju bagan tancap miliknya untuk membuang air.

Saat itu, kawasan tersebut sedang dilanda cuaca buruk berupa ombak besar akibat dipicu hujan dan angin.

Dalam perjalanan, perahu dayung yang ditumpangi ayah dan anak itu terbalik dihantam ombak.

Korban berjuang menyelamatkan diri dengan cara berenang.

Di tengah situasi darurat, melintas bagan apung milik Ibezaro Telaumbanua (47), warga setempat.

Ibezaro langsung memberikan pertolongan.

Hanya Erwin Kristian dan Eliesi yang selamat, sementara Asalman tidak tertolong.

Sebelum menghilang, tubuh Asalman sempat terlihat dalam posisi telungkup mengapung di laut.

Sayangnya, ketika hendak diselamatkan, ombak besar kembali menerjang, sehingga Asalman terlepas dari genggaman Erwin.

“Karena badai begitu keras menghantam mereka, akhirnya si korban lepas dari pegangan anaknya setelah dicoba di angkat ke atas bagan.

Dan terus dilakukan pencarian namun tidak kelihatan lagi,” kata Risman Zega, Kepala Puskesmas Pulau Banyak Barat yang merupakan penduduk Ujung Sialit di grups WhatsApp (WA) Satgas SAR Kepulauan Banyak, Rabu (1/6/2022).

Gagal menyelamatkan sang ayah, Erwin bersama Ibezaro segera memberitahu warga.

Upaya pencarian kembali dilakukan hingga menjelang pagi, namun tidak membuahkan hasil.

Proses pencarian kembali dilakukan masyarakat, Satgas Search and Rescue (SAR) Kepulauan Banyak, Panglima Laot Ujung Sialit, dan Muspika Pulau Banyak Barat.

Tim dari Kantor SAR Nias turut diterjunkan ke lokasi untuk membantu mencari korban.

Terpisah, Camat Pulau Banyak Barat, Mawardi, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, proses pencarian korban terus dilakukan, namun belum membuahkan hasil.

“Sekarang lagi dalam pencarian,” kata Mawardi saat dihubungi dari Singkil.

Ia menyebutkan, sebelum kejadian korban dan anaknya berada di atas bagan yang berjarak sekitar 150 meter dari Pelabuhan Ujung Sialit.

Karena angin berembus kencang, ayah dan anak memutuskan pulang naik perahu.

Dalam perjalanan naik perahu selamat sampai tujuan.

Sejurus kemudian, ayah dan anak itu kembali lagi menuju bagan di tengah cuaca buruk pada gelap malam.

Nahas, perahu kayu yang ditumpangi terbalik, hingga menenggelamkan Asalan, sedangkan kedua anaknya selamat.

“Dua anaknya selamat, sementara bapaknya belum ditemukan,” ujar Mawardi.

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Boat Terbakar Renggut Nyawa ABK, Masinis Alami Luka Bakar, https://aceh.tribunnews.com/2022/06/02/boat-terbakar-renggut-nyawa-abk-masinis-alami-luka-bakar?

 

Sumber : SerambiNews.com
×
Berita Terbaru Update