Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pemerintah Aceh Diharapkan Bangun PPSDMA Sector Minyak dan Gas

Sabtu, 23 April 2022 | 13.10 WIB Last Updated 2022-04-23T06:10:17Z
Banda Aceh – Pemerintah Aceh diharapkan agar secepatnya membangun Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aceh (PPSDMA) sector minyak dan gas.

Harapan itu mengemukan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Acheh Schools of Mining & Energy (ASME) di Ruang Rapat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Banda Aceh, Kamis (21/04/2022).

FGD tersebut membahas Kesiapan Sumber Daya Manusia Aceh dalam menghadapi era industri perminyakan dan gas di masa depan.

Hal tersebut berangkat atas tantangan kekinian dimana beberapa perusahaan minyak dan gas dunia sudah mulai melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas kembali, setelah sebelumnya blok Arun yang dikelola Exxon Mobil berakhir.

Hari ini, blok tersebut dikelola oleh PT PGE yang merupakan perusahaan Pemerintah Aceh. Juga sedang beroperasi PT Medco E&P Malaka yang mengelola blok A di Aceh Timur. Selain itu, Premier Oil dan Repsol juga segera melakukan pengeboran di Blok Andaman III pada bulan Mei 2022.

“Jadi, dalam 2-5 tahun kedepan, tentunya perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan pekerja, dan pertanyaan besar kita adalah kesiapan generasi Aceh untuk berkompetisi dan terlibat dalam industri perminyakan dan gas kedepan,” kata  Ir Fakhrurrazi, kepala ASME, saat mempresentasikan latarbelakang diadakan FGD tersebut.

Katanya, perlu Langkah kita Bersama dalam menyiapkan man power Aceh yang tersertifikasi oleh badan sertifikasi resmi.

FGD ini difasilitasi oleh Juanda Djamal, penggagas Kawasan SieBreuh, bahwa Forum seperti dapat melahirkan kajian komprehensif sebagai langkah strategis untuk menyiapkan generasi Aceh di sektor pertambangan dan energi. Aceh harus menyiapkan diri beberapa tahun kedepan sebelum kebijakan dana otonomi khusus berakhir ditahun 2027. Kita ada peluang bonus demografi ditahun 2030, namun semua itu harus terbangun semangat yang sama, kita dapat focus dan serius menyapaikan.

Sumberdaya Manusia Aceh kedepan, karena SDM menjadi modal untuk memajukan Aceh dalam 10 tahun kedepan.

Sementara itu, pak Yanin Khalisan, mewakili SKK Migas Sumbagut, menyamapikan dukungannya atas inisiatif FGD dan hadirnya ASME, “kami berpandangan kebutuhan tenaga kerja yang dapat terlibat dalam industry minyak dan gas kedepan sangat besar, tentunya berbagai disiplin ilmu dan posisi, semestinya kita sudah menyiapkan ini jauh hari.

Namun demikian, tidak ada kata terlambat, bahwa generasi Aceh harus terlibat dalam secara aktif di masa depan.

Sedangkan Adi Yusfan dan Akhyar, mewakili BPMA, menjelaskan komitmen BPMA untuk terus mengawasi setiap perusahaan yang bekerja sesuai regulasi, dan khususnya kesiapan SDM Aceh, BPMA dan SKK Migas memang sudah mulai memfasilitasi program pelatihan, magang dan sertifikasi di PPSDM Cepu.

Aceh semestinya, memiliki Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aceh sector minyak dan gas, simpul Juanda Djamal. Apalagi kita memiliki fasilitas yang ditinggalkan Exxon Mobil dan hari ini dikelola PT PGE di Lhokseumawe.

Sehingga investasi laboratorium dan peralatan lainnya tidak lagi mahal jika dibuatkan yang baru.

Hal senada diiyakan oleh Agus Halim, perwakilan PT PGE, menurutnya,”PT PGE yang memiliki kuasa pengelolaan Blok B sangat kewalahan dengan SDM, kita mesti segera memiliki scenario jangka pendek, menengah dan Panjang atas kebutuhan SDM Aceh di sector hulu-hilir minyak dan gas.

Pada perspektif Sarekat Pekerja, sangat mendukung investasi di sektor pertambangan dan energi di Aceh. Ketika industri hidup, maka sudah pasti membutuhkan tenaga kerja.

“Namun, untuk bisa terlibat dalam dunia industri, khususnya migas, maka perlu menyiapkan diri sebaik-baiknya. Kompetensi keahlian, pengalaman, dan sertifikasi adalah standar yang wajib dipenuhi bagi pekerja. Kita harus menyiapkan generasi Aceh di sektor tersebut” kata Habibi Ketua Sareka Pekerja/DPW FSPMI – KSPI Aceh.

“Semua pendapat dan pandangan dari peserta dalam FGD ini dirangkum dalam bentuk brief paper, agar menjadi fokus bagi stakeholder untuk segera mengambil kebijakan pendek dan menengah terkait kesiaapan SDM Aceh dalam menghadapi Industri perminyakan dan gas ini.

Terimakasih pada hadirin yang telah hadir di forum penting ini” tutup Juanda Djamal sekaligus menutup kegiatan ini.

Acara ini turut dihadiri oleh Relation Manager SKK Migas Zona Sumbagut, Manajemen BPMA, Manajemen PT. Pembangunan Aceh (PEMA), Manajemen PT. Pema Global Energi, Direktur PT. Cendana Mitra Mulia, Manajemen CV. Geotama Multi Resources, Ketua Bidang III BPD HIPMI Aceh, Ketua Sarekat Pekerja / DPW FSPMI – KSPI Aceh, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilisasi Penduduk Provinsi Aceh, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, H. Rafly (Anggota DPR RI Komisi VI), Pemerhati SDA, Akademisi, dan Perwakilan Mahasiswa Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala.
×
Berita Terbaru Update