Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Komisi V DPRA Temukan Sejumlah Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan Belum Memadai di RSUDZA

Kamis, 06 Januari 2022 | 12.08 WIB Last Updated 2022-03-17T05:51:03Z
Banda Aceh - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Selasa (04/01/2021).

Dalam sidak tersebut, Komisi V mengunjungi beberapa ruangan, antara lain ruang Unit Gawat Darurat (UGD), ruang instalansi pemulasaran jenazah, instalasi kemotoran, ruang pelayanan inap, ruang pendaftaran rawat inap, ruang radiologi, toilet dan fasilitas lainnya.

Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani,  dalam keterangan tertulisnya, Rabu (05/01/2022), mengatakan berdasarkan hasil sidak itu, pihaknya menemukan beberapa permasalahan terkait kurangnya fasilitas dan pelayanan kesehatan seperti kapasitas UGD yang penuh. Sehingga perlu penambahan bed dan perlu perluasan UGD yang memadai.

“Ruang Instalasi pemulasaran jenazah tahun 2021 sudah memulangkan kurang lebih 3000- an jenazah,” kata Falevi.

Falevi juga mengatakan, terkait instalasi kemotoran, jumlah ambulan belum memadai frekuensi pasien atau jenazah yang harus dipulangkan.

“Banyak ambulan yang sudah tidak layak lagi,” ungkapnya.

Selanjutnya, Komisi V juga menemukan adanya monitor USG yang rusak, alat MRI yang saat ini usianya sudah sepupuh tahun, sehingga jika digunakan untuk sepuluh orang pasien dalam sehari, maka MRI tersebut rusak. Sementara CT Scan setiap harinya jumlah pasien selalu membludak rata-rata 25 hingga 35 pasien. Akibatnya, dokter juga tidak sanggup menangani dengan jumlah pasien tersebut, maka butuh penambahan dokter dan alat.

Fahlevi juga menyampaikan, saat ini RSUD Zainoel Abidin sangat membutuhkan Banker Oncology untuk kebutuhan semua pasien kanker.

“Jika tidak ada, pasien harus dirujuk ke Medan atau Jakarta tentu ini berat bagi pasien kurang mampu,” ujarnya.

Pada fasilitas pelayanan kesehatan, lanjut Falevi, terdapat 40 kamar yang rusak dan tidak bisa digunakan. Begitu juga kamar rawat inap yang masih bisa digunakan ada kerusakan seperti AC, plafon, bed, dan sebagainya.

Sementara pada segi pelayanan, dia juga menjelaskan, Komisi V melihat masih panjangnya antrean pasien yang menunggu kamar untuk inap. Hal ini disebabkan kamar penuh.

“Belum lagi loket pendaftaran cuma hanya ada satu dan masih kurang informasi yang diberikan petugas kepada keluarga yang menyebabkan keluarga pasien menunggu dalam waktu yang lama,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Fahlevi, Komisi V DPRA berharap pihak manajemen segera membenahi pelayanan dan koordinasi dengan RS kabupaten kota tentang pasien rujukan, begitu juga dengan managemen rumah sakit harus benar-benar melakukan pembenahan guna memastikan seluruh layanan rumah sakit tetap beroperasional dengan baik.

“Kami melakukan sidak ke RSUD Zainoel Abidin sudah kelima kalinya untuk menyahuti laporan masyarakat terkait buruknya pelayanan rumah sakit plat merah tersebut,” pungkas Falevi.

Hadir dalam sidak tersebut, anggota Komisi V DPR Aceh Tarmizi (Partai Aceh), Muslim Syamsudin (Partai Sira), Nora Idah Nita (Partai Demokrat), Ansari Muhammad (Partai Golkar), Purnama Setia Budi (Partai PKS) dan Fakhrurrazi H Cut (Partai PPP). (Parlementaria)
×
Berita Terbaru Update