Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gubernur Aceh Dukung Pelaksanaan Studi CCS di PT Arun Lhokseumawe

Rabu, 05 Januari 2022 | 19.08 WIB Last Updated 2022-01-05T12:08:20Z
Banda Aceh — Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mendukung pelaksanaan studi carbon capture and storage (CCS) di lokasi PT Arun Lhokseumawe yang akan dilakukan oleh ODIN Reservoir Consultant – Australia di bawah investor Carbon Aceh dan PT PEMA. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka persiapan untuk menjadikan PT Arun sebagai gudang penyimpanan gas di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan gubernur dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET), Andang Bachtiar, di Kantor Gubernur Aceh, Rabu, (5/1/2022).

Nova mengatakan, segala tahapan dalam mempersiapkan kegiatan investasi tersebut harus dilaksanakan dengan baik. Sebab kegiatan tersebut menjadi sesuatu yang baru di Aceh.

Dalam kesempatan itu, Nova menekankan kepada Sekjen Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan, sebagai pihak yang mengurus rencana studi dan investasi kegiatan tersebut di Kementerian ESDM, agar memperhatikan keistimewaan yang dimiliki Aceh.

Ia mengatakan, Aceh merupakan provinsi yang memiliki kewenangan khusus, termasuk dalam pengelolaan minyak dan gas.

Oleh sebab itulah, Gubernur meminta agar regulasi yang tengah disusun di Kementerian ESDM terkait pelaksanaan carbon capture and storage (CCS) di lokasi PT Arun Lhokseumawe dapat mengakomodir keistimewaan yang dimiliki Aceh.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET), Andang Bachtiar, mengatakan, kedatangan pihaknya adalah untuk melaporkan perkembangan persiapan studi carbon capture and storage (CCS) di lokasi PT Arun Lhokseumawe yang akan dilaksanakan oleh ODIN Reservoir Consultant, yang berada di bawah investor Carbon Aceh dan PT PEMA.

“MoU antara PT PEMA dengan Carbon Aceh sedang dipersiapkan, InsyaAllah paling lambat awal Februari sudah jadi. Nantinya MoU tersebut akan menjadi payung regulasi perusahaan investor yang melakukan studi, ” ujar Andang.

Andang mengatakan, pelaksanaan studi tersebut nantinya akan melibatkan tenaga ahli dari Indonesia, termasuk dari Universitas Syiah Kuala dan Universitas Malikussaleh.

Andang mengatakan, PT Arun Lhokseumawe merupakan satu-satunya perusahaan produksi migas yang telah kosong di Indonesia. Bila rencana investasi tersebut berjalan lancar, maka PT Arun akan menjadi gudang penyimpanan gas pertama di Indonesia.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Mawardi, Direktur PT PEMA, Zubir Sahim, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Aceh, Mahdi Nur dan Staf Khusus Gubernur Aceh, Wiradmadinata. [•]

×
Berita Terbaru Update