Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dinilai Sukses Tangani Malnutrisi dan Stunting, Unicef Indonesia Apresiasi Pemko Sabang

Rabu, 01 Desember 2021 | 20.59 WIB Last Updated 2021-12-01T13:59:50Z
Sabang – Prestasi Pemerintah Kota Sabang dalam mengatasi permasalah malnutrisi dan stunting bagi anak tidak hanya mendapatkan apresiasi dari Kepala Perwakilan Sementara UNICEF Indonesia, Robert Gass, melainkan juga dukungan penuh untuk keberlanjutan dan peningkatan program di Kota Sabang.

“Kami memaparkan sejumlah capaian program kemitraan antara Pemerintah Kota Sabang dengan Unicef terkait penanganan malnutrisi dan stunting terintegrasi berupa program intervensi langsung terkait pola ketersediaan gizi, pengasuhan positif bagi anak, air bersih, sanitasi, serta kesehatan Ibu dan anak,” kata Faisal Azwar, ST MT, Rabu (1/12/2021).

Faisal Azwar menjelaskan, melalui program Geunaseh, setiap anak berusia 0-6 tahun di Sabang berhak mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp150.000 setiap bulannya dengan syarat bagi orang tua membawa anaknya rutin ke Posyandu.

“Dengan lebih dari 5000 anak yang telah menerima bantuan ini sejak 2019, Sabang mencatat kenaikan kunjungan ke Posyandu yang signifikan hingga lebih dari 95 persen pada tahun 2021 dari sekitar 65 persen sebelum program ini berjalan. Pendaftaran program yang mengharuskan kepemilikan Akte Kelahiran juga telah berkontribusi pada peningkatan pendataan catatan sipil di Kota Sabang,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, sejak tahun 2019, Pemerintah Kota Sabang telah bekerjasama dengan Unicef Indonesia tidak hanya dalam bentuk dukungan teknis bagi terselenggaranya Program Geunaseh, melainkan juga dalam mengatasi permasalahan malnutrisi ibu dan anak lintas sektor, mulai dari kesehatan, gizi yang cukup, sanitasi, pengasuhan positif anak hingga perlindungan sosial.

“Karena penanganan malnutrisi anak disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berhubungan, mulai dari penanganan balita sakit yang tidak mumpuni, pemberian asupan gizi untuk bayi dan anak yang tidak tepat, kebersihan lingkungan yang minim dengan maraknya praktik buang air besar sembarangan (BABS), pengasuhan orang tua yang tidak tepat, hingga absennya perlindungan inklusif bagi anak dari kemiskinan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perwakilan Sementara UNICEF Indonesia Robert Gass mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Sabang dalam memastikan upaya lintas sektor yang terintegrasi dalam menangani malnutrisi dan stunting bagi anak, yang salah satunya melalui program Gerakan Untuk Anak Sehat (Geunaseh).

“Program penanganan malnutrisi dan stunting ini patut dicontoh oleh banyak daerah lainnya di Aceh bahkan di Indonesia,” tambah Robert.(Red)
×
Berita Terbaru Update