![]() |
Kegiatan tersebut dihadiri Plt Kepala Kesbangpol Aceh Selatan, H. Darmawan, SE, Kabid Ketahanan Ekonomi dan Sosial Budaya Musmulyadi, Narasumber Sukarni, Moderator Amiruddin dan 44 orang peserta yang terdiri dari Instansi Pemerintah, Ketua Pemuda, Tokoh Perempuan, Keuchik Gampong, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat dan Pelaku Usaha di Kabupaten Aceh Selatan.
Plt Kepala Badan Kesbangpol Aceh Selatan H. Darmawan, SE, mengatakan, Peran Pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan melalui budaya yang berbasis kearifan lokal.
Seperti diketahui Aceh selatan selain dikenal banyak dikunjungi wisatawan asing di Aceh Selatan juga terdapat tiga suku dan golongan Tionghoa. Sehingga kearifan lokal menjadi alat untuk mempertahankan nilai-nilai sosial, adat dan budaya.
"Adat-adat gampong yang ada di Kabupaten Aceh Selatan harus dijaga kearifan lokalnya, mengapa saya angkat adat gampong karena peserta yang datang 70 persen dari gampong yang ada di Kabupaten Aceh Selatan" kata Plt Kepala Badan Kesbangpol Aceh Selatan.
Sementara Pemateri kedua Sukarni mengatakan, Kearifan lokal di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Selatan terbentuk berdasarkan nilai-nilai agama Islam.
“Dari dulu hingga sekarang, segala bentuk kearifan lokal yang ada, masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan dapat menerima dan menjalankannya dengan perubahan fonomenal problem ketahanan nasional." Paparnya.
"Kekuatan kearifan lokal harus terus dilestarikan dan diperkuat agar ketahanan sosial budaya masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan tetap terjaga."tutupnya.(red)

