wartanasional.co, Singkil - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh bersama Kesbangpol Aceh Singkil mengadakan dialog Penguatan Kapasitas Forum Kerukunan Umat Beragama yang dilaksanakan di aula Bappeda setempat, Rabu (04/12/2019).
Acara tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri dari unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK), unsur camat, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), unsur Kesbangpol Aceh Singkil, Kepala Deda, Mukim dan tokoh maa Aceh Singkil.
Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Mahdi Efendi yang diwakili Kasubdid Ketahanan Ekonomi dan Sosbud, Surya Edy Rachman menyampaikan kerukunan umat beragama merupakan pilar penting bagi kerukunan nasional.
"Oleh karena itu, kerukunan tersebut harus dijadikan kebutuhan bagi pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten kota," kata Surya.
Dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Aceh Singkil, Hermanto menguraikan kondisi kekinian Aceh Singkil pasca konflik pembangunan rumah ibadah tahun 2015 lalu dan berharap para tokoh agama dapat berperan lebih aktif dalam merawat, membina dan memelihara kehidupan beragama.
"Kita harapkan jangan ada lagi konflik yang dapat menganggu kehidupan beragama, mari kita merawat dan pelihara kehidupan antar umat beragama," ucapnya.
Ketua FKUB Aceh, Nasir Zalba yang tampil sebagai pembicara utama mengulas bagaimana sejarah konflik di Aceh Singkil yg dimulai dari tahun 1979 dan terakhir 2015. Beliau berharap agar kasus ini harus diselesaikan secara tuntas dengan mengedepankan aspek regulasi dan juga harus mengutamakan pendekatan kearifan lokal.
"Kearifan lokal betul-betul dapat menjadi mediasi dalam menyelesaikan konflik," ungkapnya.(Red)
Acara tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri dari unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK), unsur camat, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), unsur Kesbangpol Aceh Singkil, Kepala Deda, Mukim dan tokoh maa Aceh Singkil.
Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Mahdi Efendi yang diwakili Kasubdid Ketahanan Ekonomi dan Sosbud, Surya Edy Rachman menyampaikan kerukunan umat beragama merupakan pilar penting bagi kerukunan nasional.
"Oleh karena itu, kerukunan tersebut harus dijadikan kebutuhan bagi pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten kota," kata Surya.
Dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Aceh Singkil, Hermanto menguraikan kondisi kekinian Aceh Singkil pasca konflik pembangunan rumah ibadah tahun 2015 lalu dan berharap para tokoh agama dapat berperan lebih aktif dalam merawat, membina dan memelihara kehidupan beragama.
"Kita harapkan jangan ada lagi konflik yang dapat menganggu kehidupan beragama, mari kita merawat dan pelihara kehidupan antar umat beragama," ucapnya.
Ketua FKUB Aceh, Nasir Zalba yang tampil sebagai pembicara utama mengulas bagaimana sejarah konflik di Aceh Singkil yg dimulai dari tahun 1979 dan terakhir 2015. Beliau berharap agar kasus ini harus diselesaikan secara tuntas dengan mengedepankan aspek regulasi dan juga harus mengutamakan pendekatan kearifan lokal.
"Kearifan lokal betul-betul dapat menjadi mediasi dalam menyelesaikan konflik," ungkapnya.(Red)
