Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pemegang Saham Setujui Rights Issue BSI, Siapkan Penerbitan Maksimal 6,8 Miliar Saham

Jumat, 06 November 2026 | 19.40 WIB Last Updated 2026-11-06T12:40:55Z
JAKARTA – Pemegang saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyetujui pelaksanaan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau Rights Issue melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Dalam keputusan RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui penerbitan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B. Aksi korporasi ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) BSI.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan Rights Issue menjadi langkah strategis Perseroan untuk memperkuat fundamental bisnis, memperluas basis investor, serta meningkatkan daya saing di industri perbankan dan pasar modal.

Menurutnya, peningkatan free float menjadi salah satu upaya yang dinantikan pasar. Saat ini, porsi saham publik BSI berada di kisaran 9,9 persen. Peningkatan kepemilikan publik diharapkan dapat memperluas peluang investasi bagi investor domestik maupun global.

"Selain meningkatkan likuiditas perdagangan saham, langkah ini juga berpotensi memperkuat posisi BSI untuk memenuhi kriteria konstituen indeks saham global," ujar Anggoro.

Ia menambahkan, penguatan permodalan juga diperlukan untuk menjaga ketahanan bisnis perbankan di tengah dinamika perekonomian global dan domestik.

Melalui tambahan modal tersebut, BSI menargetkan memiliki capital buffer yang memadai untuk menjaga resiliensi, memperluas kapasitas pembiayaan, dan mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan.

Penguatan permodalan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi BSI untuk meningkatkan kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) menjadi KBMI 4.

BSI memproyeksikan kebutuhan permodalan Perseroan meningkat dari Rp51,07 triliun pada 2026 menjadi Rp64,41 triliun pada 2027. Sejalan dengan itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) diproyeksikan naik dari 20,38 persen menjadi 23,31 persen.

Apabila target tersebut tercapai, BSI berpeluang menjadi satu-satunya bank syariah di Indonesia yang masuk dalam kelompok KBMI 4.

Anggoro berharap pelaksanaan Rights Issue dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia sekaligus mendorong masuknya investasi portofolio asing (foreign portfolio inflow).

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI terus memperkuat ekosistem keuangan syariah, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas penyaluran pembiayaan.

Dengan penguatan struktur permodalan dan peningkatan kepemilikan saham publik, BSI optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat serta meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update