Kutacane – Semangat gotong royong antara Babinsa dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang melintasi Sungai Kali Alas di Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (19/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama warga melanjutkan sejumlah pekerjaan konstruksi sebagai bagian dari upaya mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan yang nantinya diharapkan menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Babinsa Serda Dedi Sabara mengatakan, pekerjaan yang dilaksanakan pada tahap ini meliputi pemasangan papan lantai jembatan gantung serta pengelasan rangka besi. Seluruh pekerjaan dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan ketelitian, kekuatan konstruksi, dan keselamatan kerja.
“Pemasangan papan lantai dan pengelasan rangka besi merupakan bagian penting dalam pembangunan jembatan. Kami bersama masyarakat berupaya mengerjakannya dengan teliti agar setiap bagian jembatan dapat terpasang dengan kuat dan kokoh,” ujar Serda Dedi Sabara.
Pemasangan papan lantai menjadi salah satu tahapan penting karena nantinya berfungsi sebagai pijakan bagi masyarakat ketika jembatan mulai digunakan. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kerapian pemasangan, kekuatan sambungan, serta kondisi rangka jembatan.
Sementara itu, pengelasan rangka besi dilakukan untuk memperkuat struktur utama jembatan sehingga memiliki konstruksi yang memadai dan mampu mendukung penggunaan jembatan dalam jangka panjang.
Dalam proses pengerjaan, warga turut berperan aktif membantu berbagai pekerjaan sesuai kebutuhan di lapangan. Kebersamaan tersebut tidak hanya membantu mempercepat proses pembangunan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan teritorial, termasuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan. Melalui kegiatan pembangunan infrastruktur, Babinsa turut mendorong tersedianya sarana yang dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
Bagi masyarakat Desa Lawe Ger Ger dan wilayah sekitarnya, pembangunan Jembatan Gantung Perintis memiliki arti penting. Setelah selesai dan dapat digunakan, jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, mendukung kegiatan perdagangan, serta memperlancar akses menuju fasilitas pendidikan.
Selain sebagai sarana penyeberangan, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat mempererat konektivitas masyarakat antarkawasan, terutama bagi warga yang selama ini membutuhkan akses menuju desa maupun wilayah lainnya.
Masyarakat menyambut positif proses pembangunan tersebut. Jembatan tidak hanya dipandang sebagai sarana penghubung, tetapi juga sebagai infrastruktur yang diharapkan mampu membuka akses dan mendukung berbagai aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat.
Antusiasme warga untuk turut bergotong royong juga menunjukkan adanya kepedulian dan rasa memiliki terhadap pembangunan fasilitas yang nantinya akan digunakan bersama.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis menjadi salah satu gambaran sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan. Dengan semangat kebersamaan, setiap tahapan pekerjaan dapat terus dilaksanakan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan.
Babinsa bersama masyarakat berharap pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan tersedianya akses penyeberangan yang lebih mudah dan memadai, Jembatan Gantung Perintis diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas masyarakat Desa Lawe Ger Ger dan warga dari wilayah sekitarnya, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan mendukung kesejahteraan masyarakat.