Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kodim 0108/Agara Bersama Warga Kebut Pemasangan Papan Lantai Jembatan Gantung Perintis Lawe Ger Ger Aceh Tenggara

Jumat, 18 September 2026 | 08.11 WIB Last Updated 2026-09-18T01:11:30Z
KUTACANE — Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat dan teknisi terus mempercepat proses pengerjaan Jembatan Gantung Perintis yang berada di Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Salah satu tahapan yang tengah dikebut adalah pemasangan papan lantai jembatan sebagai bagian dari penyempurnaan konstruksi, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan personel Babinsa, masyarakat setempat, serta teknisi yang bekerja bersama di lokasi pembangunan. Pemasangan papan lantai dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi dan konstruksi jembatan agar setiap papan dapat terpasang secara tepat, kuat, dan sesuai dengan tahapan pekerjaan yang telah direncanakan.

Sejak dimulainya pengerjaan, masyarakat turut menunjukkan antusiasme dan kepedulian terhadap pembangunan jembatan yang nantinya akan memberikan manfaat langsung bagi kehidupan warga. Babinsa bersama masyarakat terlihat saling membantu dalam mengangkat, menata, dan memasang papan lantai pada badan jembatan.

Kehadiran Jembatan Gantung Perintis tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Lawe Ger Ger dan wilayah sekitarnya. Jembatan ini diharapkan menjadi salah satu akses penghubung yang dapat mempermudah mobilitas warga dalam melaksanakan berbagai aktivitas sehari-hari.

Selain mendukung aktivitas masyarakat, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi warga yang hendak menuju lahan pertanian dan perkebunan maupun membawa hasil produksi untuk dipasarkan. Dengan akses yang lebih mudah, waktu dan tenaga yang selama ini diperlukan untuk melakukan perjalanan diharapkan dapat lebih efisien.

Bagi masyarakat pedesaan, ketersediaan infrastruktur penghubung memiliki peranan penting dalam menunjang aktivitas sosial dan ekonomi. Akses yang baik dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan umum, menjangkau pusat kegiatan ekonomi, serta memperlancar hubungan antarkawasan.

Dalam proses pemasangan papan lantai, setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara cermat. Hal tersebut dilakukan mengingat lantai merupakan bagian penting yang nantinya akan digunakan sebagai jalur utama bagi masyarakat ketika melintasi jembatan.

Babinsa yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran personel TNI dalam pengerjaan jembatan merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan fasilitas umum yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami siap membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi kepentingan bersama. Pemasangan papan lantai ini merupakan salah satu tahapan penting yang harus dikerjakan dengan baik agar jembatan nantinya dapat digunakan secara aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Semangat gotong royong antara TNI, masyarakat, dan teknisi menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan di lapangan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pembangunan juga memiliki nilai positif karena dapat menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap fasilitas umum yang nantinya akan digunakan bersama. Dengan demikian, masyarakat diharapkan turut menjaga dan merawat jembatan setelah selesai dibangun.

Masyarakat Desa Lawe Ger Ger menyambut baik keterlibatan Babinsa dalam proses pengerjaan jembatan. Kehadiran personel TNI di lokasi pembangunan dinilai memberikan motivasi kepada warga untuk terus berpartisipasi sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Bagi warga, Jembatan Gantung Perintis bukan hanya sekadar bangunan penghubung, tetapi merupakan fasilitas yang diharapkan mampu membuka akses dan memperlancar berbagai aktivitas masyarakat. Selama ini, kondisi medan dan adanya aliran sungai menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi mobilitas warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Dengan tersedianya jembatan yang memadai, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah melakukan aktivitas menuju wilayah seberang, termasuk mengakses lahan pertanian dan perkebunan serta membawa hasil produksi. Kemudahan akses tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Tidak hanya dari sisi ekonomi, keberadaan jembatan juga memiliki manfaat sosial. Akses penghubung yang lebih baik dapat mempermudah masyarakat dalam menjalin interaksi, mengakses fasilitas pelayanan umum, serta mempererat hubungan antarwarga di wilayah sekitar Desa Lawe Ger Ger.

Pemasangan papan lantai yang dilakukan secara bertahap menjadi salah satu indikator semakin dekatnya proses penyelesaian pembangunan jembatan. Meski demikian, seluruh tahapan pekerjaan tetap perlu diselesaikan sesuai dengan ketentuan teknis dan aspek keselamatan sebelum jembatan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Babinsa bersama warga dan teknisi terus melakukan pekerjaan dengan mengutamakan ketelitian serta keselamatan selama berada di lokasi. Setiap bagian konstruksi dikerjakan sesuai kebutuhan agar jembatan nantinya dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan. Melalui kehadiran Babinsa, komunikasi dan hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat dapat terus terjalin, khususnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan bersama.

Kodim 0108/Aceh Tenggara melalui jajaran Babinsa terus mendorong keterlibatan personel dalam berbagai kegiatan kewilayahan yang bersifat positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, serta budaya gotong royong.

Dengan terus dikebutnya pemasangan papan lantai dan tahapan pekerjaan lainnya, Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger diharapkan dapat segera menyelesaikan seluruh proses pembangunannya. Setelah seluruh bagian dinyatakan selesai dan memenuhi aspek keamanan, jembatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana penghubung yang mendukung aktivitas sehari-hari.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan Babinsa, masyarakat, dan teknisi menjadi bagian penting dalam proses pembangunan tersebut. Kebersamaan yang terjalin diharapkan tidak berhenti setelah pembangunan selesai, tetapi terus berlanjut dalam bentuk kepedulian masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan sebagai fasilitas bersama.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger pada akhirnya diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Ketambe, terutama dalam meningkatkan konektivitas, mempermudah mobilitas, mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan, serta memperlancar hubungan sosial dan ekonomi warga di wilayah sekitarnya.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update