Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gotong Royong Kodim 0108/Agara dan Masyarakat Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Lawe Ger Ger Aceh Tenggara

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12.13 WIB Last Updated 2026-08-13T08:43:22Z
Aceh Tenggara – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam upaya mempercepat pembangunan sarana penghubung antarwilayah di Kabupaten Aceh Tenggara. Babinsa bersama personel Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 855/RD dan masyarakat melaksanakan gotong royong menimbun pondasi tiang pylon Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi serta memperlancar mobilitas warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.


Sejak dimulainya pekerjaan, pembangunan jembatan terus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel TNI dan masyarakat. Pada kegiatan kali ini, pekerjaan difokuskan pada penimbunan pondasi tiang pylon sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung konstruksi jembatan.

Di lokasi pembangunan, Babinsa, personel Yon TP 855/RD dan masyarakat bekerja bersama dengan penuh semangat. Mereka saling membantu mengangkut dan menimbun material serta menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Babinsa Pelda Soldier mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan fasilitas umum yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat secara luas.

“Gotong royong bersama masyarakat ini merupakan bentuk kebersamaan dalam mendukung pembangunan jembatan. Selain mempercepat pekerjaan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan memiliki terhadap fasilitas yang nantinya digunakan bersama,” ujar Pelda Soldier.

Menurutnya, pembangunan jembatan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Meskipun percepatan pekerjaan menjadi salah satu perhatian, kualitas dan ketepatan setiap tahapan pembangunan tetap harus menjadi prioritas.

“Setiap hari progres pekerjaan terus berjalan dan akan terus kita kebut. Namun, kecepatan tetap harus diimbangi dengan kualitas pekerjaan. Target memang harus dikejar, tetapi kualitas dan ketepatan pekerjaan tetap menjadi prioritas utama karena jembatan ini nantinya digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” jelasnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut diharapkan dapat menjadi solusi terhadap keterbatasan akses yang selama ini dirasakan masyarakat Desa Lawe Ger Ger. Selama ini, sebagian warga harus menempuh jalur yang lebih jauh untuk menuju wilayah lainnya sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar.

Kondisi tersebut cukup dirasakan masyarakat dalam berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga aktivitas sosial. Petani, misalnya, membutuhkan akses yang lebih mudah untuk membawa hasil pertanian dari lokasi produksi menuju permukiman maupun tempat pemasaran.

Demikian pula dengan anak-anak sekolah yang membutuhkan akses yang aman dan mudah untuk menuju tempat pendidikan. Dengan adanya jembatan tersebut nantinya, diharapkan perjalanan masyarakat menjadi lebih singkat dan efisien.

Selain mempermudah mobilitas, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan perekonomian masyarakat. Akses yang lebih baik akan memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan perdagangan, mengangkut hasil pertanian, serta berinteraksi dengan masyarakat dari wilayah lainnya.

Pembangunan jembatan juga diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial antarwilayah. Masyarakat akan memiliki akses yang lebih mudah untuk mengikuti berbagai kegiatan kemasyarakatan, keagamaan maupun kegiatan sosial lainnya.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan Babinsa, personel Yon TP 855/RD dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat penyelesaian pembangunan. Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas umum membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk partisipasi aktif masyarakat.

Keterlibatan warga dalam proses pembangunan juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap jembatan yang nantinya menjadi fasilitas bersama. Dengan rasa memiliki tersebut, masyarakat diharapkan ikut menjaga dan merawat jembatan setelah selesai dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Masyarakat Desa Lawe Ger Ger menyambut baik pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut. Warga menilai keberadaan jembatan sangat dibutuhkan karena akan memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat.

Melalui kerja sama antara TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan diharapkan dapat terus berjalan sesuai tahapan yang telah ditentukan. Semangat gotong royong yang terus dipelihara menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam menghadirkan sarana penghubung yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan hadirnya Jembatan Gantung Perintis nantinya, masyarakat Desa Lawe Ger Ger diharapkan dapat menikmati akses yang lebih mudah, aman dan efisien, sekaligus mendukung peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan dan sosial masyarakat di wilayah Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update