ACEH SELATAN – Semangat pengabdian dan gotong royong antara TNI dan rakyat kembali terlihat dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan. Di tengah kondisi medan yang menantang, personel Satgas TMMD bersama masyarakat terus bekerja bahu-membahu mempercepat pembangunan sasaran fisik di Desa Kemumu Sebrang, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (30/7/2026).
Salah satu sasaran utama yang saat ini terus dikebut adalah pembukaan badan jalan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 58 persen, dengan pekerjaan yang dilakukan meliputi pembukaan badan jalan, perataan material timbunan sirtu, serta pembangunan dan pemasangan gorong-gorong pada sejumlah titik yang membutuhkan saluran air.
Sejak pagi, personel Satgas TMMD bersama masyarakat telah berada di lokasi untuk melanjutkan pekerjaan. Dengan menggunakan cangkul, sekop, serta berbagai peralatan pendukung lainnya, prajurit dan warga bekerja secara bersama-sama meratakan timbunan sirtu di sepanjang badan jalan yang sedang dibuka.
Terik matahari dan kondisi medan yang belum sepenuhnya stabil tidak menyurutkan semangat mereka. Keringat yang membasahi tubuh justru menjadi bagian dari perjuangan dalam menghadirkan akses jalan yang selama ini sangat dinantikan masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui kerja bersama di lapangan. Prajurit TNI dan masyarakat menyatukan tenaga, pikiran, serta semangat untuk menyelesaikan pembangunan yang nantinya diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan warga.
Tidak hanya melakukan perataan badan jalan, tantangan berat juga harus dihadapi Satgas TMMD bersama masyarakat dalam membawa material gorong-gorong menuju lokasi pembangunan. Kondisi medan yang berlumpur, licin, terjal, dan sulit dilalui kendaraan membuat material berukuran besar tersebut tidak dapat diangkut menggunakan kendaraan seperti pada kondisi normal.
Dalam situasi tersebut, tenaga manusia menjadi pilihan utama. Personel Satgas bersama masyarakat secara bergotong royong mendorong, menarik, menggulingkan, hingga mengangkat material gorong-gorong melewati medan yang cukup berat menuju titik pemasangan.
Perjalanan membawa gorong-gorong tersebut menjadi tantangan tersendiri. Jalan yang masih berupa tanah, tanjakan yang cukup curam, serta permukaan yang licin akibat kondisi cuaca membuat pekerjaan membutuhkan tenaga dan kehati-hatian ekstra. Namun, berbagai kendala tersebut tidak menjadi alasan bagi Satgas maupun masyarakat untuk menghentikan pekerjaan.
Dengan semangat kebersamaan, setiap tantangan dihadapi secara bersama-sama. Ketika salah seorang kelelahan, yang lain memberikan dukungan. Ketika material sulit dipindahkan, puluhan tangan kembali bersatu untuk mendorong dan menariknya hingga mencapai lokasi yang dituju.
Pemandangan tersebut memperlihatkan betapa kuatnya nilai gotong royong yang tumbuh dalam pelaksanaan TMMD. Pembangunan jalan bukan hanya menjadi pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat serta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam membangun desa.
Komandan Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., mengatakan bahwa berbagai kendala yang ditemui di lapangan justru menjadi motivasi bagi personel Satgas untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
“Kami menyadari medan di lokasi TMMD cukup berat. Namun, semangat personel Satgas bersama masyarakat jauh lebih besar daripada setiap tantangan yang dihadapi. Gorong-gorong yang dipindahkan secara manual ini menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan dan gotong royong, tidak ada pekerjaan yang terlalu berat untuk diselesaikan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan TMMD tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Kehadiran warga yang secara sukarela ikut bekerja menjadi kekuatan sekaligus penyemangat bagi seluruh personel Satgas untuk terus mempercepat penyelesaian setiap sasaran yang telah ditetapkan.
“Setiap tetes keringat yang tercurah adalah bentuk pengabdian untuk masyarakat. Melalui TMMD, kami ingin menghadirkan manfaat nyata sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan utama dalam membangun bangsa,” tegasnya.
Dansatgas menambahkan, pembangunan jalan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Kemumu Sebrang dan wilayah sekitarnya. Jalan yang sedang dibuka tidak hanya diproyeksikan sebagai sarana transportasi, tetapi juga diharapkan menjadi akses baru yang dapat membuka berbagai peluang bagi masyarakat.
Selama ini, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala yang dirasakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi jalan dan medan yang sulit dilalui, terutama pada saat cuaca kurang bersahabat, dapat menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi berbagai kebutuhan.
Dengan terbukanya akses jalan tersebut nantinya, masyarakat diharapkan dapat melakukan aktivitas dengan lebih mudah dan efisien. Mobilitas warga menuju pusat pemerintahan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, maupun kawasan perekonomian diharapkan semakin lancar.
Tidak kalah penting, jalan tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian dan perekonomian masyarakat. Akses yang lebih baik akan memudahkan petani dalam mengangkut sarana produksi maupun membawa hasil pertanian dari kawasan perkebunan dan lahan masyarakat menuju lokasi pemasaran.
Dengan demikian, pembangunan jalan melalui program TMMD diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.
Antusiasme masyarakat dalam membantu pelaksanaan pembangunan juga terlihat begitu tinggi. Warga secara sukarela meluangkan waktu dan tenaga untuk bekerja bersama prajurit Satgas. Sebagian warga membantu meratakan material sirtu, sementara lainnya turut membantu memindahkan material konstruksi serta mendukung berbagai pekerjaan lain yang diperlukan di lokasi.
Keterlibatan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa keberadaan TMMD mendapat sambutan positif dari warga. Program tersebut tidak hanya menghadirkan pembangunan secara fisik, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Bagi personel Satgas, medan yang berat bukanlah penghalang untuk memberikan pengabdian. Justru kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus ditaklukkan bersama. Setiap meter badan jalan yang berhasil dibuka merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi antara TNI dan masyarakat.
Pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer tersebut juga membutuhkan ketelitian dalam pengerjaannya. Selain memastikan badan jalan dapat dibuka sesuai rencana, keberadaan gorong-gorong menjadi bagian penting untuk mendukung sistem drainase agar aliran air dapat berjalan dengan baik dan tidak merusak konstruksi jalan.
Karena itu, setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dan terkoordinasi. Personel Satgas bersama masyarakat terus berupaya memastikan pekerjaan berjalan efektif dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan serta kualitas hasil pembangunan.
Di tengah proses tersebut, komunikasi antara personel Satgas dan masyarakat juga terus dibangun. Koordinasi dilakukan untuk menentukan pembagian pekerjaan, mengatur pemindahan material, serta mengantisipasi berbagai kendala yang muncul akibat kondisi medan.
Kekompakan tersebut menjadi salah satu modal utama dalam pencapaian progres pembangunan yang kini telah mencapai 58 persen. Dengan capaian tersebut, Satgas TMMD Kodim 0107/Aceh Selatan optimistis seluruh sasaran fisik dapat terus dikebut dan diselesaikan sesuai target yang telah ditentukan.
Lebih dari sekadar membuka badan jalan, program TMMD ke-129 di Desa Kemumu Sebrang juga sedang membuka jalan menuju harapan baru bagi masyarakat. Ketika pembangunan selesai dan jalan mulai dapat dimanfaatkan, warga akan memiliki akses yang lebih baik untuk menjalankan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.
Jalan tersebut nantinya diharapkan menjadi urat nadi baru bagi masyarakat, menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lainnya, memperlancar arus barang dan orang, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai pelayanan dasar.
Bagi masyarakat, perjuangan yang dilakukan Satgas bersama warga di tengah medan berlumpur dan terjal akan menjadi bagian dari cerita tersendiri. Setiap material yang dipindahkan secara manual, setiap timbunan sirtu yang diratakan, dan setiap gorong-gorong yang didorong melewati medan berat merupakan bagian dari proses panjang untuk mewujudkan akses yang lebih baik.
Keringat yang tercurah di lokasi TMMD menjadi simbol pengabdian dan kebersamaan. Sementara tangan-tangan yang saling membantu menjadi bukti bahwa pembangunan akan menjadi lebih kuat ketika dilakukan bersama-sama.
Pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan dengan demikian bukan hanya tentang pembangunan jalan dan infrastruktur fisik. Lebih jauh, program tersebut menjadi sarana memperkuat persatuan, membangun kepedulian, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
“TMMD adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Setiap tetes keringat yang kami curahkan adalah bentuk pengabdian untuk menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kami optimistis seluruh sasaran TMMD akan selesai tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga,” tegas Letkol Inf Andrino D.N. Lubis.
Dengan semangat pantang menyerah dan dukungan penuh masyarakat, Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan akan terus melanjutkan pekerjaan hingga seluruh sasaran dapat diselesaikan. Progres 58 persen menjadi pijakan penting untuk terus mempercepat pembangunan tanpa mengabaikan kualitas dan keselamatan kerja.
Kelak, ketika jalan sepanjang 1,5 kilometer tersebut telah terbuka dan mulai dilalui kendaraan maupun masyarakat, setiap jengkalnya akan menjadi bukti nyata perjuangan bersama. Jalan itu tidak hanya menjadi akses penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun desa, membuka peluang, dan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Aceh Selatan.