Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali ditunjukkan oleh Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat dalam mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Lawe Pinis dengan Desa Lawe Ger-Ger, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (27/07/2026).
Pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI AD melalui Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam membantu meningkatkan infrastruktur pedesaan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang aman, nyaman, dan layak. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala yang selama ini dihadapi warga, khususnya saat menyeberangi sungai yang kerap meluap ketika musim penghujan tiba.
Selama bertahun-tahun masyarakat dari kedua desa harus menghadapi risiko tinggi ketika melintasi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, baik menuju lahan pertanian dan perkebunan, mengantar anak ke sekolah, mengakses fasilitas kesehatan, maupun membawa hasil panen ke pasar. Dengan dibangunnya Jembatan Gantung Perintis tersebut, mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih lancar sehingga mampu mendorong peningkatan perekonomian dan kesejahteraan warga.
Di lokasi pembangunan, personel Babinsa bersama masyarakat tampak bekerja bahu-membahu dengan penuh semangat. Sinergi yang terjalin antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian setiap tahapan pekerjaan. Suasana kebersamaan dan kekompakan terlihat begitu erat, mencerminkan nilai-nilai gotong royong yang masih terpelihara dengan baik di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
Pelda Soldier mengatakan bahwa pembangunan jembatan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan implementasi nyata dari tugas pembinaan teritorial, sekaligus bentuk kepedulian TNI dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaan.
"Progres pekerjaan hari ini difokuskan pada pengecoran pondasi tiang pylon serta perakitan besi angkur yang menjadi bagian penting dalam menopang kekuatan konstruksi jembatan. Seluruh personel TNI bersama warga bekerja bahu-membahu dengan penuh semangat meskipun harus menghadapi cuaca yang cukup terik," ujar Pelda Soldier.
Ia menjelaskan bahwa kedua tahapan pekerjaan tersebut merupakan bagian yang sangat vital karena akan menjadi penopang utama konstruksi jembatan. Oleh sebab itu, setiap proses dikerjakan secara teliti dengan mengutamakan kualitas agar jembatan yang dibangun nantinya memiliki daya tahan yang kuat serta aman digunakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Lebih lanjut, Pelda Soldier menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur desa tidak hanya sebatas membangun sarana fisik, tetapi juga menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, semangat gotong royong yang terus terjalin merupakan modal utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus mempererat hubungan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat.
"Kami bersama seluruh anggota akan terus mendampingi masyarakat hingga pembangunan jembatan ini selesai dan dapat digunakan. Harapan kami, nantinya masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih mudah, aman, dan nyaman saat menuju desa seberang," tambahnya.
Ia juga menuturkan bahwa keberadaan Jembatan Gantung Perintis nantinya akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Selain menjadi jalur penghubung antardesa, jembatan tersebut akan mempermudah akses menuju lahan pertanian dan perkebunan, mempercepat distribusi hasil panen, memudahkan anak-anak menuju sekolah, mempercepat pelayanan kesehatan, serta mendukung kelancaran aktivitas perdagangan yang menjadi penopang perekonomian masyarakat setempat.
Pelda Soldier berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama proses pembangunan dapat terus dipertahankan hingga seluruh pekerjaan selesai sesuai target. Ia meyakini bahwa dengan kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat, setiap tantangan di lapangan dapat diatasi dengan baik sehingga menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Antusiasme masyarakat dalam mendukung pembangunan jembatan pun terlihat begitu tinggi. Warga secara sukarela menyumbangkan tenaga dan waktu untuk bergotong royong bersama personel TNI. Kesadaran akan pentingnya keberadaan jembatan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi demi mempercepat penyelesaian pembangunan.
Salah seorang warga mengaku sangat bersyukur atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Babinsa selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, kehadiran TNI memberikan semangat dan keyakinan bahwa pembangunan jembatan akan segera terwujud.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Babinsa yang selalu membantu kami. Selama ini kami cukup kesulitan saat menyeberang sungai, terutama ketika air sedang besar. Semoga pembangunan jembatan ini cepat selesai sehingga dapat segera kami manfaatkan bersama," ungkapnya.
Melalui sinergi yang terus terjalin antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis diharapkan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Keberadaan jembatan ini nantinya tidak hanya menjadi penghubung antara Desa Lawe Pinis dan Desa Lawe Ger-Ger, tetapi juga menjadi infrastruktur strategis yang mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara.