Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kodim 0108/Agara dan Warga Cor Pondasi Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis, Aceh Tenggara

Senin, 06 Juli 2026 | 08.17 WIB Last Updated 2026-07-06T13:18:04Z
Aceh Tenggara – Komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan terus diwujudkan melalui karya nyata di lapangan. Salah satunya terlihat dari pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, yang kini memasuki tahapan awal konstruksi dengan pelaksanaan pengecoran dasar pondasi, Sabtu (04/07/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara gotong royong oleh personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara, anggota Yon TP, serta masyarakat setempat. Kebersamaan yang terjalin menjadi cerminan kuatnya sinergi antara TNI dan rakyat dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas.

Pengecoran dasar pondasi merupakan salah satu tahapan paling penting dalam proses pembangunan jembatan. Pondasi berfungsi sebagai penyangga utama seluruh konstruksi sehingga kualitas pengerjaannya akan sangat menentukan kekuatan, keamanan, dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, seluruh proses pekerjaan dilakukan secara cermat, teliti, dan sesuai dengan standar teknis agar menghasilkan konstruksi yang kokoh dan mampu memberikan rasa aman bagi para pengguna nantinya.

Sejak pagi hari, personel TNI bersama masyarakat telah mempersiapkan seluruh kebutuhan pekerjaan. Berbagai material bangunan seperti semen, pasir, batu, serta besi tulangan diangkut menuju lokasi pembangunan. Selanjutnya, seluruh material diolah dan dicampur secara bertahap sebelum dilakukan pengecoran pondasi. Meski harus bekerja di medan yang cukup menantang, semangat seluruh personel dan warga tidak surut demi mempercepat penyelesaian pembangunan.

Suasana kebersamaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Prajurit TNI, anggota Yon TP, dan masyarakat saling bahu-membahu mengerjakan setiap tahapan pekerjaan tanpa mengenal lelah. Kekompakan yang ditunjukkan mencerminkan masih kuatnya budaya gotong royong yang menjadi salah satu nilai luhur bangsa Indonesia. Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara terkoordinasi sehingga proses pengecoran pondasi berjalan dengan lancar sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Babinsa yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Serka Musliyadi, menjelaskan bahwa pondasi merupakan bagian paling vital dalam pembangunan jembatan gantung karena menjadi penopang utama seluruh konstruksi.

"Dasar pondasi menjadi penyangga utama jembatan. Oleh karena itu, seluruh proses pengecoran harus dikerjakan dengan baik agar menghasilkan konstruksi yang kuat, kokoh, dan tahan lama. Kami bersama masyarakat terus menjaga semangat kebersamaan sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan nantinya memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini terus terjalin dengan baik. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi dan rasa kekeluargaan antara aparat kewilayahan dengan warga binaan.

Di sisi lain, masyarakat Desa Lawe Pinis mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan gotong royong tersebut. Mereka menyadari bahwa jembatan yang sedang dibangun akan menjadi sarana vital yang sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dengan penuh semangat, warga bergantian membantu proses pengecoran, mulai dari mengangkut material hingga meratakan adukan beton pada pondasi, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif sesuai target yang telah ditetapkan.

Keberadaan Jembatan Gantung Perintis ini nantinya diharapkan mampu membuka akses transportasi yang lebih aman, mudah, dan efisien bagi masyarakat Desa Lawe Pinis maupun desa-desa di sekitarnya. Selain memperlancar mobilitas warga, jembatan tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, mempercepat akses menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah yang selama ini masih terkendala oleh kondisi geografis.

Secara terpisah, Danposramil Darul Hasanah, Peltu Dedi Cahyadi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal seluruh tahapan pembangunan hingga selesai agar hasilnya benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat.

"Kami akan terus mendampingi dan mengawasi setiap tahapan pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat bersama personel TNI menjadi kekuatan besar dalam menyelesaikan pembangunan jembatan ini. Kami berharap kehadiran jembatan nantinya mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta menjadi sarana yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga," tegasnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD melalui Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Kehadiran TNI tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan negara, tetapi juga aktif membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan serta kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Melalui semangat kebersamaan, gotong royong, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, diharapkan pembangunan jembatan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh masyarakat. Jembatan ini diharapkan menjadi akses penghubung yang aman, kokoh, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempercepat pembangunan di wilayah Kecamatan Darul Hasanah dan sekitarnya.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update