Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Progres Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Buntul Kendawi Capai 22,4 Persen, TNI dan Warga Mulai Pasang Rangka Lantai Jembatan

Rabu, 10 Juni 2026 | 16.06 WIB Last Updated 2026-06-10T14:29:06Z
Aceh Tenggara – Komitmen TNI bersama masyarakat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat kembali ditunjukkan melalui percepatan pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Buntul Kendawi, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Memasuki hari Selasa (09/06/2026), progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 22,4 persen dan kini memasuki salah satu tahapan konstruksi yang sangat penting, yakni pemasangan rangka lantai jembatan sebagai struktur utama penopang lantai penyeberangan.

Pembangunan yang dilaksanakan secara gotong royong tersebut melibatkan personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara, personel Yon TP 855/RD, serta masyarakat setempat yang secara aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan pekerjaan. Kebersamaan yang terjalin antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian proyek yang sangat dinantikan masyarakat tersebut.

Sejak pagi hari, para personel dan warga tampak bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi di lokasi pembangunan. Berbagai pekerjaan dilakukan secara terkoordinasi dengan tetap mengutamakan ketelitian, kualitas konstruksi, dan faktor keselamatan kerja. Meskipun dihadapkan pada medan yang cukup menantang dan kondisi cuaca yang berubah-ubah, semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh pihak tidak pernah surut.

Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, menjelaskan bahwa pemasangan rangka lantai merupakan salah satu tahapan yang sangat menentukan dalam pembangunan jembatan gantung. Struktur tersebut akan menjadi dasar utama yang nantinya menopang lantai penyeberangan sehingga harus dikerjakan secara presisi agar mampu menjamin keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.

“Hari ini pekerjaan telah memasuki pemasangan rangka lantai jembatan. Tahapan ini menjadi dasar sebelum pemasangan lantai penutup. Oleh karena itu, seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan penuh ketelitian dan presisi agar kekuatan konstruksi tetap terjaga serta mampu memberikan tingkat keamanan yang optimal bagi masyarakat yang akan menggunakannya,” ujar Peltu Jumadin Selian.

Ia menjelaskan, pemasangan rangka lantai dilakukan secara bertahap dengan menyusun balok-balok baja melintang yang kemudian diikat pada kabel utama menggunakan batang penggantung atau suspender. Sistem konstruksi tersebut dirancang untuk mendistribusikan beban secara merata ke seluruh struktur jembatan sehingga mampu menjaga keseimbangan dan kestabilan jembatan saat digunakan oleh masyarakat nantinya.

Menurutnya, setiap komponen yang dipasang harus melalui proses pemeriksaan dan pengukuran secara teliti untuk memastikan kesesuaiannya dengan gambar teknis yang telah direncanakan. Hal tersebut dilakukan guna menghindari kesalahan konstruksi yang dapat memengaruhi kekuatan dan keamanan jembatan pada tahap berikutnya.

Selain fokus pada pemasangan rangka lantai, pekerjaan lain juga terus berjalan secara paralel. Personel di lapangan masih melanjutkan pembangunan dinding penahan tanah atau abutment di kedua sisi jembatan yang berfungsi sebagai penopang utama struktur serta menjaga stabilitas area pendekat jembatan. Sementara itu, tim lainnya melaksanakan pemotongan, penghalusan, dan persiapan material kayu berkualitas yang nantinya akan dipasang sebagai lantai jembatan setelah seluruh rangka selesai dirakit.

Pemilihan material yang sesuai spesifikasi menjadi perhatian utama dalam pembangunan tersebut. Material yang digunakan tidak hanya harus memenuhi standar kekuatan konstruksi, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya pejalan kaki maupun pengendara roda dua yang akan memanfaatkan jembatan sebagai jalur transportasi sehari-hari.

Keberadaan jembatan gantung ini nantinya akan menjadi sarana vital yang menghubungkan berbagai wilayah dan mempermudah akses masyarakat menuju lahan pertanian, perkebunan, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pusat-pusat kegiatan ekonomi lainnya. Dengan akses yang lebih baik, diharapkan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan produktif.

Peltu Jumadin Selian menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan gantung tersebut tidak terlepas dari tingginya partisipasi masyarakat yang selalu hadir membantu setiap tahapan pekerjaan. Sinergi yang terjalin antara TNI dan warga mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun daerah demi kepentingan bersama.

“Pembangunan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman. Kehadiran jembatan nantinya diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi warga dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dukungan masyarakat yang luar biasa menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja secara maksimal hingga pembangunan selesai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis dilakukan melalui beberapa tahapan konstruksi yang saling berkaitan dan harus dilaksanakan secara berurutan sesuai standar teknis. Tahapan tersebut diawali dengan pembangunan pondasi dan angkur sebagai penahan gaya tarik utama, dilanjutkan dengan pemasangan pylon atau menara penyangga, penarikan kabel utama dan kabel penggantung, pemasangan gelagar atau rangka lantai, hingga pemasangan lantai jembatan sebagai jalur penyeberangan.

Setiap tahapan memerlukan ketelitian tinggi karena seluruh komponen konstruksi memiliki fungsi yang saling mendukung dalam menjaga kekuatan dan kestabilan jembatan secara keseluruhan. Oleh sebab itu, seluruh personel yang terlibat terus bekerja sesuai prosedur teknis dengan mengutamakan kualitas pekerjaan.

Masyarakat Desa Buntul Kendawi menyambut baik pembangunan jembatan tersebut karena selama ini akses transportasi menuju sejumlah wilayah masih terbatas dan bergantung pada kondisi cuaca. Kehadiran jembatan gantung nantinya diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai kendala mobilitas yang selama ini dihadapi warga.

Selain mempermudah aktivitas sehari-hari, jembatan ini juga diyakini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi desa. Distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat dapat dilakukan dengan lebih cepat, aman, dan efisien sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan warga.

Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif, seluruh personel TNI dan masyarakat optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Semangat gotong royong, disiplin, serta kerja sama yang terus terpelihara menjadi modal utama dalam mewujudkan Jembatan Gantung Perintis yang kokoh, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur di wilayah pedalaman Aceh Tenggara, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan rakyat mampu menghadirkan perubahan positif bagi pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update