Aceh Tenggara – Kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Babinsa Posramil Ketambe Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong rehabilitasi jembatan gantung yang rusak akibat bencana banjir bandang di Desa Lawe Beringin, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (15/06/2026).
Kegiatan rehabilitasi tersebut difokuskan pada perbaikan bagian utama jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat derasnya arus banjir bandang yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Dalam proses pengerjaan, Babinsa bersama warga bahu-membahu menarik, memasang, dan mengencangkan tali sling baru untuk menggantikan tali sling lama yang putus akibat terjangan banjir. Selain itu, sejumlah bagian lantai jembatan yang hanyut terbawa arus juga mulai diperbaiki agar jembatan dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Ketua tim rehabilitasi, Serma Karmadi, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, kerusakan jembatan terjadi setelah banjir bandang menerjang kawasan Sungai Kali Alas. Kekuatan arus yang sangat besar menyebabkan salah satu tali sling utama putus sehingga konstruksi jembatan mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan oleh warga.
“Jembatan gantung ini memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat. Selain menjadi sarana penghubung antarwilayah, jembatan ini juga digunakan oleh warga untuk aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan. Banyak anak sekolah yang setiap hari melintasi jembatan ini untuk menuju sekolah, sehingga perbaikannya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” ungkap Serma Karmadi.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang bertujuan membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam pemulihan infrastruktur pascabencana.
Selama proses rehabilitasi berlangsung, semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat tampak begitu kuat. Meskipun medan yang dilalui cukup sulit dan pekerjaan membutuhkan tenaga serta ketelitian yang tinggi, seluruh personel dan warga tetap bekerja dengan penuh semangat demi mempercepat penyelesaian jembatan yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa budaya gotong royong masih tumbuh dan terpelihara dengan baik di tengah masyarakat Aceh Tenggara. Melalui kerja sama yang solid antara aparat teritorial dan warga, berbagai pekerjaan berat dapat diselesaikan secara lebih efektif dan efisien.
Warga Desa Lawe Beringin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Babinsa Posramil Ketambe yang turut membantu proses rehabilitasi jembatan. Mereka berharap pembangunan kembali jembatan gantung tersebut dapat segera rampung sehingga aktivitas masyarakat yang selama ini terganggu dapat kembali berjalan normal.
Keberadaan jembatan gantung ini sangat vital karena menjadi akses utama yang menghubungkan sejumlah wilayah serta mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain mempercepat akses transportasi, jembatan tersebut juga menjadi jalur penting bagi distribusi hasil pertanian dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Kodim 0108/Aceh Tenggara berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga, termasuk dalam upaya percepatan pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana alam. Melalui sinergi yang kuat antara TNI dan rakyat, diharapkan setiap permasalahan yang ada dapat diatasi secara bersama-sama demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Dengan terus berlanjutnya proses rehabilitasi, diharapkan jembatan gantung Desa Lawe Beringin dapat segera selesai sesuai target yang telah ditentukan sehingga kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara aman dan nyaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi cerminan kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan nasional, memperkuat ketahanan wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah.