Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan, kekompakan, dan budaya gotong royong kembali terlihat dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang berada di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (05/06/2026). Pembangunan jembatan yang menjadi salah satu sarana vital penghubung antarwilayah pedesaan tersebut kini memasuki tahap penting berupa pengecoran pondasi utama sebagai dasar penopang konstruksi jembatan.
Kegiatan pembangunan dilakukan secara bersama-sama oleh Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara, personel Satgas Jembatan TNI AD dari Yon TP 855/RD, serta masyarakat setempat yang dengan penuh antusias turut membantu proses pekerjaan di lapangan. Kehadiran TNI bersama warga dalam kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman.
Sejak pagi hari, para personel TNI dan warga tampak bahu-membahu mengangkut material bangunan, mencampur adukan semen dan beton, hingga melakukan pengecoran pondasi secara bertahap. Meski pekerjaan dilakukan di medan yang cukup menantang, semangat dan kekompakan seluruh pihak yang terlibat tetap tinggi demi mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan yang sangat dinantikan masyarakat.
Babinsa setempat, Serma Zulkifli, mengatakan bahwa tahap pengecoran pondasi merupakan salah satu bagian paling penting dalam pembangunan jembatan gantung karena menjadi penyangga utama seluruh struktur konstruksi yang akan dibangun di atasnya.
“Pengecoran pondasi ini merupakan tahapan yang sangat krusial untuk memastikan kekuatan, kestabilan, dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, seluruh proses pengerjaan dilakukan secara teliti dan sesuai standar agar nantinya jembatan benar-benar aman digunakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang aman dan layak. Selama ini, warga Desa Kati Maju, Desa Kuning Abadi, serta beberapa desa di sekitarnya masih mengalami keterbatasan akses, terutama saat musim hujan maupun ketika debit sungai meningkat sehingga aktivitas masyarakat sering terganggu.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut nantinya akan memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas warga dan meningkatkan roda perekonomian daerah. Masyarakat akan lebih mudah membawa hasil pertanian dan perkebunan, mengakses fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi antarwilayah.
“Pondasi adalah kunci utama keselamatan sebuah jembatan. Karena itu, kami memastikan setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara profesional agar hasilnya kokoh, stabil, dan tahan lama sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat dalam waktu yang panjang,” tambah Serma Zulkifli.
Selain menjadi sarana penghubung antarwilayah, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda juga diharapkan mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kecamatan Ketambe dan Kecamatan Darul Hasanah. Dengan akses transportasi yang semakin mudah, distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat diyakini akan lebih cepat dan efisien sehingga mampu meningkatkan pendapatan warga.
Kehadiran Satgas Jembatan TNI AD bersama Babinsa di tengah masyarakat juga menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di wilayah terpencil yang masih membutuhkan sarana dan prasarana pendukung guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan, proses pengerjaan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Tingginya partisipasi masyarakat serta semangat gotong royong yang terus terpelihara menjadi modal utama dalam menyukseskan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda sesuai target yang telah ditentukan.
Diharapkan, setelah rampung nantinya, jembatan tersebut dapat menjadi urat nadi transportasi baru bagi masyarakat pedesaan di Aceh Tenggara, sekaligus menjadi simbol kebersamaan antara TNI dan rakyat dalam membangun daerah demi terciptanya kesejahteraan dan kemajuan masyarakat secara berkelanjutan.