Aceh Tenggara – Komitmen TNI Angkatan Darat melalui peran aktif Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah binaan kembali diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang berlokasi di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara.
Pada Jumat (26/06/2026), Babinsa Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama mekanik, tukang, dan masyarakat setempat melaksanakan pekerjaan pembuatan rangka lantai jembatan dengan melakukan pemotongan besi serta pengelasan plat bordes sebagai bagian dari tahapan konstruksi.
Sejak pagi hari, suasana gotong royong tampak begitu kental di lokasi pembangunan. Personel TNI bersama para pekerja dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan secara teliti dan terukur. Mulai dari proses pengukuran material, pemotongan besi sesuai spesifikasi, perakitan rangka lantai, hingga pengelasan plat bordes dilakukan dengan penuh ketelitian guna menghasilkan konstruksi yang kuat, kokoh, dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi.
Kehadiran Babinsa dalam setiap tahapan pembangunan tidak hanya memberikan dukungan tenaga, tetapi juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam menyelesaikan proyek yang sangat dinantikan tersebut. Kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, tenaga teknis, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan.
Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan, mengatakan bahwa pembangunan jembatan gantung perintis merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI dalam membantu pemerintah meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah pedalaman yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
Menurutnya, pekerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian rangka lantai jembatan yang nantinya akan menjadi jalur utama bagi masyarakat saat melintasi jembatan. Oleh karena itu, seluruh proses dikerjakan dengan mengedepankan ketelitian, kualitas material, dan standar keselamatan kerja agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
"Setiap tahapan pekerjaan kami laksanakan dengan penuh ketelitian agar menghasilkan konstruksi yang kuat dan aman. Kehadiran Babinsa di lapangan juga menjadi bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong," ujar Pelda Ahmad Saan.
Jembatan gantung perintis yang sedang dibangun tersebut akan menghubungkan Dusun Cubancer dengan Dusun Siburku di Desa Teger Miko. Selama ini masyarakat di kedua dusun harus menempuh jalur yang cukup sulit, bahkan sering terkendala ketika musim hujan tiba akibat meningkatnya debit air sungai yang membahayakan aktivitas penyeberangan.
Kondisi tersebut selama bertahun-tahun menjadi hambatan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari anak-anak yang berangkat ke sekolah, petani yang membawa hasil panen, pedagang yang melakukan distribusi barang, hingga masyarakat yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan. Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala tersebut sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pelda Ahmad Saan menjelaskan bahwa hingga saat ini progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 77 persen. Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Babinsa, mekanik, tukang, pemerintah desa, hingga masyarakat yang secara sukarela terus bergotong royong memberikan tenaga dan dukungan demi percepatan penyelesaian pembangunan.
Ia menambahkan, berbagai material konstruksi yang dibutuhkan juga telah tersedia, di antaranya besi siku, plat strip, plat bordes bunga, wiremesh, baut, kawat las, pasir, semen, batu padas, serta sejumlah material pendukung lainnya. Ketersediaan material tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran proses pembangunan sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan rencana.
"Kami terus berupaya mempercepat setiap tahapan pekerjaan dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja. Semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah desa, para pekerja, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan jembatan ini. Harapan kami, jembatan gantung perintis ini dapat segera selesai sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, baik dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Melalui semangat gotong royong yang terus terpelihara, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar akses transportasi, tetapi juga menjadi pendorong peningkatan perekonomian desa, mempercepat distribusi hasil pertanian, memperluas akses terhadap layanan publik, serta mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara secara berkelanjutan.