Jantho – Anggota DPRA Iskandar Ali, S.Pd., M.Si. atau yang akrab disapa Cut Ih membuka kegiatan Sosialisasi Penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan Pengurus Besar Ikatan Pemuda Aceh Besar (PB-IPAR) di Gedung Dekranasda Gani, Aceh Besar, Sabtu, 13 Juni 2026.
Cut Ih mengatakan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) saat ini berlangsung sangat cepat dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Namun, menurutnya, AI juga kerap disalahgunakan untuk berbagai kepentingan yang tidak bertanggung jawab.
“Melalui sosialisasi ini, kita berharap dapat menjadi titik balik bersama dalam memahami dan menggunakan AI secara bijak. Pemuda Aceh Besar harus menjadi pelopor penggunaan AI yang positif dan produktif. Manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermartabat, termasuk membuka peluang ekonomi dan menggarap cuan secara kreatif,” ujar Iskandar Ali.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan dan nilai-nilai baru terkait pemanfaatan AI di kalangan generasi muda.
“Saya berharap nantinya sosialisasi ini menyuguhkan nilai baru terkait penggunaan AI. Dunia telah berkembang pesat, mari kita manfaatkan teknologi sebagai alat pengembangan diri. Jika tidak demikian, kita akan tergeser oleh zaman,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PB-IPAR, Fata Muhammad, S.Pd.I., M.M., mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam meningkatkan literasi digital dan kesiapan generasi muda menghadapi era transformasi teknologi.
Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi kreator dan inovator yang memanfaatkan AI untuk mendukung pendidikan, kewirausahaan, dakwah, serta pembangunan masyarakat.
“Artificial Intelligence bukan lagi teknologi masa depan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan hari ini. Karena itu, generasi muda Aceh Besar harus memiliki pemahaman yang benar agar mampu memanfaatkan AI secara produktif, etis, dan bertanggung jawab. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan peserta tentang berbagai peluang yang dapat dikembangkan melalui teknologi AI,” ujar Fata Muhammad.
Ia juga menegaskan PB-IPAR akan terus menghadirkan program-program edukatif yang relevan dengan kebutuhan zaman guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Aceh Besar.
“Kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai moral, budaya, dan keislaman. Teknologi harus menjadi alat untuk kemajuan, bukan sebaliknya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Mujiburrahman, M.M., dalam laporannya mengatakan bahwa sebanyak 140 peserta telah mendaftar dan berasal dari berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) serta organisasi kemasyarakatan (ormas) di Aceh Besar.
“Kami juga menghadirkan Dr. Kahlil sebagai narasumber yang berkompeten di bidangnya untuk memberikan pemahaman yang komprehensif terkait pemanfaatan AI,” ujar Mujiburrahman.
Ia menambahkan bahwa PB-IPAR bersama OKP di Aceh Besar siap menjadi pelopor penggunaan AI yang bermartabat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Cut Ih yang telah berkenan hadir sekaligus membuka kegiatan sosialisasi ini. Kepada seluruh peserta, kami berharap dapat mengikuti kegiatan dengan seksama hingga selesai agar memperoleh manfaat yang maksimal,” pungkasnya.