Bener Meriah – Dalam upaya membantu mengatasi kesulitan akses transportasi masyarakat, personel Koramil 02/Wih Pesam, Kodim 0119/Bener Meriah bersama warga dan tim relawan melaksanakan kegiatan gotong royong pemasangan batu beronjong untuk pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Desa Sukajadi dan Desa Lut Kucak, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Senin (06/04/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons cepat terhadap kondisi jembatan sebelumnya yang mengalami kerusakan cukup parah, sehingga berdampak langsung pada terhambatnya mobilitas masyarakat. Akses yang terputus tidak hanya menyulitkan aktivitas ekonomi warga, tetapi juga mengganggu kegiatan pendidikan, distribusi hasil pertanian, serta kebutuhan sehari-hari masyarakat di wilayah tersebut.
Pembangunan jembatan darurat ini menjadi solusi sementara yang dinilai efektif dan efisien guna mengembalikan konektivitas antarwilayah, khususnya bagi masyarakat di Desa Sukajadi, Desa Lut Kucak, dan desa-desa sekitarnya. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas sosial lainnya, sembari menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen dari pemerintah.
Danramil 02/Wih Pesam, Kapten Inf Jan Suhardi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan pembangunan jembatan darurat ini merupakan hasil kolaborasi antara tim relawan (NGO), masyarakat setempat, serta dukungan penuh dari TNI melalui Koramil 02/Wps.
“Pembangunan jembatan darurat ini merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam membantu masyarakat yang tengah mengalami kesulitan akses. Kami dari Koramil 02/Wih Pesam turut mendukung penuh kegiatan ini dengan menurunkan personel untuk bekerja bersama warga dan tim relawan di lapangan,” ujar Danramil.
Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi faktor utama dalam mempercepat proses pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, sinergi antara TNI, masyarakat, dan relawan mencerminkan kuatnya nilai persatuan dan kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan, personel Koramil bersama warga dan tim relawan bahu-membahu melaksanakan pemasangan batu beronjong sebagai fondasi utama jembatan. Ini menjadi bukti bahwa dengan kerja sama yang solid, berbagai kesulitan dapat diatasi secara bersama-sama,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Kapten Inf Jan Suhardi berharap agar proses pembangunan jembatan darurat ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.
“Kami berharap pembangunan ini dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga mampu memperlancar mobilitas warga serta mendukung peningkatan perekonomian di wilayah ini,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Sukajadi, Bapak Imran (47), menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepedulian TNI dan tim relawan yang telah membantu pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI dan tim relawan yang telah membantu kami. Dengan adanya jembatan darurat ini, kami tidak lagi mengalami kesulitan dalam beraktivitas sehari-hari, terutama untuk membawa hasil kebun dan memenuhi kebutuhan keluarga. Ini sangat membantu kami,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar sinergi dan kerja sama seperti ini dapat terus terjalin di masa mendatang, karena dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat maupun keterbatasan infrastruktur di daerah.
Pembangunan jembatan darurat melalui pemasangan batu beronjong ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam mengatasi persoalan akses transportasi, tetapi juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain itu, kegiatan ini sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong, kepedulian sosial, serta solidaritas antarwarga dalam membangun daerah.
Dengan adanya sinergi yang solid antara TNI, masyarakat, dan tim relawan, diharapkan pembangunan jembatan darurat ini dapat segera rampung dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, sekaligus menjadi langkah awal dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang lebih permanen di Kabupaten Bener Meriah.