Aceh Besar – Bagi masyarakat Aceh, kedai kopi bukan sekadar tempat memesan minuman, melainkan ruang sosial tempat mufakat dilahirkan. Memahami kearifan lokal tersebut, Babinsa Gampong Gue Gajah, Kopda Yohanes Amir, memilih meja kopi sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi dan menjaga stabilitas wilayahnya, Rabu (8/4/2026).
Personel Koramil 11/Darul Imarah, Kodim 0101/Kota Banda Aceh ini terlihat duduk melingkar bersama sejumlah warga di sebuah kedai kopi di Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah. Pertemuan yang jauh dari kesan kaku ini menjadi ruang dialog dua arah antara aparat teritorial dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kopda Yohanes Amir menekankan bahwa kerukunan antarwarga adalah fondasi utama keamanan desa. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya dan selalu mengedepankan musyawarah.
“Kerukunan itu ibarat kopi; meski ada pahit dan manis, jika diracik dengan tepat akan terasa nikmat. Begitu juga di desa kita, perbedaan itu pasti ada, namun tujuan kita satu: keamanan dan kenyamanan bersama,” tutur Kopda Yohanes.
Pendekatan “jemput bola” ini dinilai efektif dalam mendeteksi dini potensi permasalahan di lingkungan Gampong. Tanpa ada batasan seragam, warga tampak leluasa bercerita mengenai kondisi lingkungan, mulai dari isu keamanan hingga perkembangan sosial di desa.
Langkah Kopda Yohanes ini selaras dengan arahan Komando Atas agar setiap Babinsa selalu hadir sebagai solusi di tengah kesulitan rakyat. Dengan duduk bersama, Babinsa dapat memahami denyut nadi kehidupan masyarakat secara lebih akurat.
Kehadiran Babinsa yang konsisten menyambangi warga di tempat-tempat publik seperti kedai kopi mendapat apresiasi positif. Warga merasa dihargai karena aspirasi mereka didengar langsung dalam suasana yang santai namun tetap berisi.
Melalui kegiatan Komsos (Komunikasi Sosial) yang humanis ini, diharapkan hubungan antara TNI dan rakyat di wilayah Kabupaten Aceh Besar, khususnya Gampong Gue Gajah, semakin solid dan tak terpisahkan.