| Prosesi Zikir dan Doa Pada Kegiatan Keunduri Blang Yang Dilaksakan Oleh Kelompok Tani Meutuah Tuboeh Gampong Leu Ue, kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis, (15/01/2026). Photo : Humas Pemerintah Gampong Leu Ue. |
Kenduri Blang merupakan tradisi budaya dan religi masyarakat agraris Aceh sebagai wujud syukur dan doa dengan harapan akan panen melimpah dan terhindar dari hama.
Menurut Muchsin Ketua Kelompok Tani Meutuwah Tuboeh bagi para petani gampong Leu Ue kegiatan Keunduri Blang ini sudah rutin dilakukan setiap tahunnya, baik ketika awal musim tanam, maupun saat panen. Prosesi kenduri blang, selain wujud rasa syukur juga menjadi wadah silaturrahmi dan musyawarah diantara warga atau anggota kelompok tani gampong Leu Ue.
"Kenduri Blang, selain merupakan ekspresi dari harapan dan rasa syukur kepada Allah SWT terhadap usaha pada sektor pertanian, juga menjadi wadah silaturrahmi dan musyawarah bagi para petani. Pada kenduri blang ini kita melantukkan zikir dan doa, kemudian dilanjutkan dengan musyawarah dan diakhiri dengan makan bersama", ungkap Mukhsin yang juga selaku Keujreun Blang.
Sementara itu, Tgk. H. Muhibbudin Usman Daroy, SP Ketua Tuha Peut Gampong Leu Ue yang memimpin zikir, tahlil dan doa menuturkan, penilihan lokasi kenduri blang di Komplek Makam Meurah I gampong Leu Ue, lebih disebabkan letak lokasi Komplek Makam Meurah I yang sangat strategis di kawasan persawahan warga. Selain itu, sekaligus mendoakan arwah almarhum/mah yang dikebumikan di komplek makam ini.
"Komplek Makam Meurah I ini merupakan objek cagar budaya, diperkirakan sudah berusia lebih 10 abad yang lalu. Menurut sejarah tang dikuburkan di makam ini merupakan para tokoh kerajaan Aceh masa lalu yang juga pendiri gampong Leu Ue. Oleh karena sangat beralasan kenduri blang kami laksanan di tempat ini, tempat sangat strategis di sekitar sawah warga dan juga sekaligus menjadi momen untuk mendoakan para pendiri gampong Leu Ue", ujarnya.
Ia menambahkan prosesi kenduri blang ini, juga tidak terlepas dari partisipasi semua warga, khususnya para petani gampong Leu Ue yang tergabung dalam kelimpok tani Meutuah Tuboe, serta bantuan Keuchik Gampong Leu Ue Yusri, VE, ST.
Yusri, VE, ST Keuchik Leu Ue yang dikonfirmasi media ini mengakui prosesi religi tersebut, berlangsung sangat khidmat yang dihadiri puluhan petani, termasuk kalangan ibu-ibu.
"Benar prosesinya sangat sakral dan khidmat, lantunan zikir dan doa menggambar wujud rasa syukur warga atas rahmat Ilahi bagi mereka. Kita berharap melalui doa tersebut akan selalu mendapat berkah dari Allah SWT, hasil pertanian melimpah. Tentu keberhasilan petani Leu Ue menjadi bagian dari keberhasilan Aceh Besar dalam program ketahanan pangan nasional", pungkasnya.(***)