ACEH TIMUR – Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Aceh menggelar aksi kemanusiaan bertajuk "Dayah Seumeugleh" di Dayah Al Madinatul Munawwarah Al-Waliyah (AMAL), Desa Beusa Seubrang, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, Selasa, 30 Desember 2025.
Aksi relawan ini dipimpin langsung oleh Plh. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Andriansyah, S.Ag, M.H. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem) melalui Sekda Aceh, M. Nasir, yang meminta seluruh jajaran untuk turun tangan membersihkan rumah warga serta sarana publik yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Dalam aksi tersebut, para relawan ASN ikut berpartisipasi membersihkan sisa-sisa material dan endapan lumpur yang masuk ke lingkungan dayah. Tujuannya agar fasilitas pendidikan tersebut segera bersih dan higienis, sehingga proses belajar mengajar santri dapat kembali berjalan dengan nyaman.
"Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa sarana pendidikan, khususnya dayah, dapat segera digunakan kembali. Kehadiran relawan ini adalah bentuk nyata kepedulian Pemerintah Aceh terhadap masyarakat yang terdampak bencana," ujar Andriansyah.
Andriansyah juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sebanyak 514 dayah di seluruh Aceh yang ikut terdampak akibat bencana hidrometeorologi. Kerusakan yang dialami bervariasi, mulai dari genangan lumpur hingga kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor. Andriansyah berharap, gotong royong ini diharapkan dapat mempercepat masa pemulihan pascabencana di wilayah Aceh Timur, sehingga aktivitas sosial dan pendidikan masyarakat dapat pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.
Aksi kemanusiaan di Kabupaten Aceh Timur ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan lintas instansi di bawah Pemerintah Aceh. Selain Dinas Pendidikan Dayah, sejumlah personel relawan dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) turut diterjunkan ke lokasi, meliputi tim dari Biro Hukum, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sekretariat MPU Aceh, serta Dinas Peternakan. Sinergi ini juga diperkuat oleh kehadiran petugas dari Dinas Pendidikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) yang bahu-membahu mempercepat proses pemulihan pascabencana.[]