GAYO LUES, Aceh – Intensitas hujan tinggi yang melanda Aceh dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan banjir parah di Kabupaten Gayo Lues, meninggalkan ribuan warga terisolasi dan dalam kondisi memprihatinkan. Dua desa yang paling terdampak adalah Kampung Uyem Beriring dan Kampung Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, yang letaknya persis di pinggir sungai.
Menurut Safrijal Ahmad, seorang warga setempat yang juga pengajar pesantren di Aceh Besar, luapan air sungai datang sangat cepat dan melampaui perkiraan warga.
"Musibah banjir ini di luar perkiraan warga, puluhan tahun warga mendiami Kampung Uyem Beriring dan Kampung Pasir, tidak pernah banjir separah ini," tutur Safrijal, Minggu (30/11).
Rumah Terancam, Pengungsi Kritis
Kekuatan arus banjir dilaporkan telah menggerus sebagian areal perkampungan dan mendekati rumah penduduk, membuat kondisi pemukiman sangat rawan jika hujan lebat kembali turun.
Saat ini, sekitar 1.800 jiwa warga Tripe Jaya terpaksa mengungsi. Kondisi mereka sangat mengkhawatirkan karena wilayah tersebut terisolasi total.
"Jalan putus dan sungai melebar hingga 150 - 200 meter. Hingga saat ini [pengungsi] belum tersentuh bantuan sama sekali," tegas Safrijal.
Logistik Kritis, Warga Bertahan dengan Pisang dan Kelapa
Kebutuhan akan bantuan logistik sangat mendesak. Safrijal menyebutkan bahwa semua persediaan bahan makanan di pengungsian semakin menipis.
"Saat ini sebagian warga terpaksa makan pisang dan kelapa untuk bertahan hidup," ungkapnya. "Bila tidak ada pasokan dalam 2 atau 3 hari ini, akan sulit ditebak bagaimana kondisi mereka selanjutnya, terutama anak-anak dan lansia."
Laporan tragis juga menyebutkan adanya korban jiwa. Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia karena terbawa arus saat menyeberangi sungai demi mencari makanan.
Melalui media ini, para korban musibah banjir Tripe Jaya, khususnya warga Kampung Uyem Beriring dan Kampung Pasir, memohon kepada Pemerintah untuk segera memberikan bantuan kemanusiaan sebelum kondisi semakin sulit dan jatuhnya korban lebih banyak.