BANDA ACEH - Perayaan tahunan Hari Kopi Aceh sukses diselenggarakan dengan rangkaian acara meriah di berbagai lokasi, mulai dari Plum Hotel Lading, SOHO Coffee & Eatery, hingga Taman Seni dan Budaya Aceh.
Perayaan ini diadakan untuk memperingati deklarasi Aceh Coffee Day yang pertama kali dicetuskan oleh seniman musik, Ramadhan Moeslem Arrasuly, pada 15 September 2024.
DIKEMAS DALAM SEBUAH "PAGELARAN SENI BUDAYA SOUND OF NANGGROE VOL.2
Rangkaian Acara Penuh Kolaborasi, Acara ini berlangsung selama tiga hari, yaitu 14, 15, dan 20 September 2025.
DIKEMAS DALAM SEBUAH PAGELARAN SENI BUDAYA SOUND OF NANGGROE VOL.10
Dimulai pada 14 September, Plum Hotel Lading menjadi tuan rumah untuk pameran lukisan dan diskusi publik.
Diskusi yang menghadirkan narasumber seperti Mahmuda dari SADA Coffee, Yusri dari Asosiasi Kopi Indonesia Aceh, dan Iskandar Nurdin dari ICMI ORDA Banda Aceh ini tidak hanya membahas soal kopi, tetapi juga diwarnai dengan pertunjukan seni.
Salah satunya adalah pertunjukan biola oleh Nada Zayyana Haula dan pembacaan puisi "Kupi Pancoeng" oleh Andi Nasywa, seorang gadis keturunan Sulawesi Selatan.
General Manager Plum Hotel Lading menyatakan dukungannya penuh, berharap acara ini bisa menjadi agenda wisata nasional di masa depan.
Puncak perayaan berlangsung pada tanggal 15 September 2025 di SOHO Coffee & Eatery. Acara ini diisi dengan nonton bareng film bertema kopi, dilanjutkan dengan pertunjukan musik reggae oleh Made In Made, yang konsisten mengangkat kopi sebagai tema didalam karyanya.
Rangkaian acara ditutup pada 20 September dengan pagelaran seni "Kolaborasi Etnik Nusantara" di Panggung Arena Taman Seni dan Budaya Aceh. Acara ini menjadi wadah pertemuan lintas suku dan komunitas.
Berbagai komunitas etnis seperti Yayasan Hakka Aceh yang menampilkan lagu Mandarin, Perwakilan Paguyuban Pasundan Aceh, Ikatan Keluarga Minang Aceh dengan Musik Tambua dan Tari Piring, serta Himpunan Mahasiswa Papua Aceh dengan pertunjukan rap, turut memeriahkan acara ini.
Seniman dari berbagai latar belakang, termasuk seniman Melayu dari Kalimantan yang melakukan melukis secara langsung, juga turut berpartisipasi. Grup musik Made In Made kembali hadir sebagai pembuka acara.
Secara keseluruhan, perayaan 1 tahun Aceh Coffee Day tidak hanya berhasil merayakan kekayaan budaya kopi Gayo yang mendunia, tetapi juga memperkuat jalinan persaudaraan antar-komunitas di Aceh.
Pada hari Sabtu nanti tanggal 20 September 2025. Juga akan digelar Acara Performing Art di Panggung Arena Taman Seni dan Budaya Aceh dengan tema "Kolaborasi Etnik Nusantara. Berbagai pertunjukan seni akan ditampilkan, mulai dari musik, tari, pembacaan puisi, hingga melukis secara langsung dan kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan UPTD Taman Seni Budaya Aceh dan didukung penuh oleh Majelis Seniman Aceh.
Beragam komunitas etnis yang turut terlibat pada malam minggu tanggal 20/9/2025 seperti Yayasan Hakka Aceh, menampilkan lagu-lagu Mandarin, Seorang Rapper (Himpunan Mahasiswa Papua Aceh), Pembacaan puisi kopi oleh seorang pemuda Gayo dan Gadis Sulawesi Selatan, Musik tradisi (Paguyuban Pasundan Aceh) Musik Tambua dan Tari Piring (Ikatan Keluarga Minang Aceh), Live painting Seniman melayu asal Kalimantan) dan disore harinya Made In Made akan menjadi group Musik pembuka Acara ini dengan karya-karya lagu bertemakan kopi tentunya.