Banda Aceh - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh mengadakan acara Bincang Bareng Media (BBM) pada 16 September 2025 untuk memaparkan perkembangan ekonomi, inflasi, dan sektor keuangan di Aceh. Acara ini juga menjadi ajang sosialisasi terkait rencana pelaksanaan Meuseuraya Festival 2025 yang akan datang.
"Ekonomi Aceh Tumbuh Positif, Namun Masih di Bawah Rata-Rata Nasional, Pada triwulan II 2025, perekonomian Aceh mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,82% (yoy), meningkat dari 4,59% (yoy) pada triwulan sebelumnya." ujar Agus Chusaini Kepala BI Perwakilan Provinsi Aceh, Selasa (16/9).
Ia menambahkan meskipun demikian, angka ini masih berada di bawah pertumbuhan Sumatera (4,96%) dan Nasional (5,12%). Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor-sektor kunci seperti Pertanian, Transportasi, dan Perdagangan. Dari sisi permintaan, pendorong utama pertumbuhan adalah Konsumsi Rumah Tangga dan kinerja Ekspor yang kuat.
"Sementara Inflasi Aceh Tertinggi ke-2 di Sumatera, Bank Indonesia menyoroti peningkatan inflasi di Aceh, yang pada Agustus 2025 mencapai 3,70% (yoy), jauh di atas sasaran inflasi nasional (2,5% ± 1%). Tingkat inflasi ini menjadikan Aceh provinsi dengan inflasi tertinggi kedua di Sumatera dan keenam secara nasional." terang Agus.
Komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi tahunan adalah Beras, Bawang Merah, dan Emas Perhiasan. Secara bulanan (mtm), inflasi Aceh mencapai 0,78%, didorong oleh komoditas seperti bawang merah dan cabai merah.
"Perkembangan Sistem Pembayaran dan Perbankan Sistem pembayaran digital melalui QRIS menunjukkan pertumbuhan positif di Aceh. Hingga Juli 2025, tercatat 687.422 pengguna dan 218.396 merchant QRIS. Meskipun volume transaksi tumbuh 18,66% (yoy), nominal transaksi mengalami kontraksi sebesar 8,70% (yoy)." jelas Agus.
Sementara itu, sektor perbankan di Aceh menunjukkan ketahanan yang tinggi dengan pertumbuhan pembiayaan (9,61%), aset (6,03%), dan Dana Pihak Ketiga (1,30%). Rasio Non-Performing Financing (NPF) perbankan juga berada pada tingkat rendah, yaitu 2,08%.
Meuseuraya Festival 2025 untuk Mendukung Ekonomi Kreatif. Dalam acara tersebut, BI Aceh juga mengumumkan Meuseuraya Festival 2025 yang akan diselenggarakan pada 24-28 September 2025.
"Festival ini bertujuan untuk memperkuat iklim ekonomi kreatif serta ekonomi dan keuangan syariah di Aceh. Rangkaian acaranya meliputi seminar, lokakarya, pameran UMKM, pertunjukan seni islami, dan kompetisi. Meuseuraya sendiri merupakan bahasa Aceh yang bermakna gotong royong." tutup Agus.
