Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Agus Chusaini Resmi Jadi Kepala BI Aceh, Ini Harapan Deputi Gubernur Senior BI

Rabu, 24 September 2025 | 21.31 WIB Last Updated 2025-09-24T14:34:27Z
Banda Aceh – Agus Chusaini resmi dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh. Pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh pada Rabu, 24 September 2025. 

Acara ini menandai tonggak penting dalam upaya memperkuat sinergi antara Bank Indonesia dan pemangku kepentingan di Aceh, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi seperti pertumbuhan dan inflasi.

Acara pengukuhan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Perwakilan BI Aceh sebelumnya, Rony Widijarto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, perwakilan kementerian dan lembaga, serta mitra strategis BI lainnya.

Dalam sambutannya, Destry Damayanti menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Rony Widijarto yang telah berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas ekonomi Aceh selama masa jabatannya. Destry menekankan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari agenda rutin BI, sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. 

"Kami berharap para pimpinan kantor perwakilan BI di daerah yang terpilih adalah pilihan terbaik untuk masing-masing wilayah," ujar Destry, menambahkan harapannya agar Agus Chusaini dan Rony Widijarto dapat terus mengimplementasikan kebijakan dari pusat dengan baik.


Tantangan Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Aceh
Meskipun pertumbuhan ekonomi Aceh menunjukkan tren positif, Destry Damayanti menyoroti beberapa tantangan yang masih harus diatasi. Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Aceh saat ini sebesar 4,8%, sedikit di bawah rata-rata nasional (5,12%) dan rata-rata provinsi di Sumatera (4,9%). Ini menjadi "pekerjaan rumah" bagi semua pihak untuk menggali sumber-sumber pertumbuhan baru agar Aceh bisa bersaing dengan daerah lain.

Selain itu, inflasi di Aceh juga menjadi perhatian serius. Dengan angka inflasi 3,7%, yang lebih tinggi dari target nasional, Destry menekankan perlunya sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan, "Sinergi adalah kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi di Aceh," mengingat mandat utama BI adalah menjaga stabilitas nilai Rupiah, termasuk mengendalikan inflasi.


Antisipasi Tantangan Global dan Kebijakan Suku Bunga BI
Di akhir sambutannya, Destry juga menyinggung dinamika perekonomian global yang kompleks. Ia menekankan bahwa ketahanan domestik harus diperkuat untuk menghadapi tantangan ini, dan fokus utama adalah mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru.

Sebagai bagian dari strategi ini, Destry mengumumkan bahwa Bank Indonesia baru saja menurunkan suku bunga acuan sebesar 0,25% menjadi 4,75%, yang merupakan level terendah sejak 2022. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kredit dan pembiayaan, yang pada akhirnya akan memacu aktivitas ekonomi nasional agar lebih maju dan inklusif.

News

Kabar Aceh

×
Berita Terbaru Update