Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pelatihan Dai oleh DSI Aceh Besar Penting untuk Melahirkan Dai Berkualitas

Selasa, 27 September 2022 | 13.35 WIB Last Updated 2022-09-27T09:34:35Z
Aceh Besar – Setelah berakhirnya jadwal Pelatihan para da’i gelombang ke II, yang dilanjutnya oleh Para peserta Da’i Gelombang Tiga masuk palatihan dalam rangka pembinaan dan peningkatan kualitas Da’i se-Kabupaten Aceh Besar. Registrasi dimulai sekira pukul 09.00 WIB, Senin 26 September 2022.

Pelatihan tersebut di Hotel Madinatul Zahra, Gampong Lampeneuruet, Kecamatan Darul Imarah, Jumat 23 September 2022.

Pelatihan ini sendiri diikuti oleh sejumlah 310 Dai dari seluruh Aceh Besar yang berasal dari unsur tokoh Dai Kecamatan, BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia), Ormas seperti dari , Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Rabithah Thaliban Acèh (RTA), dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), serta Gerakan Peduli Islam (GPI) Aceh Besar.

Sementara, pelatihan tersebut digelar dalam lima angkatan dimana untuk satu angkatanya diikuti oleh 62 perserta selam tiga hari.
Tgk. Bustaman Imum Gampong Klieng Manyang mengatakan program pelatihan Da’i se-Aceh Besar oleh Dinas Syariat Islam sangat bagus dan penting dalam melahirkan Dai-Dai yang berkulitas.

“Kemudian para Da’i diharapkan agar dapat menjalankan dakwah Islam, Kami pihak da’i sangat mendukung Pemerintah Aceh Besar daerah Syariat Islam. dengan diadakannya pelatihan Da’i seperti ini, demi menerapkan peningkatan mutu bagi da’i di Aceh Besar tujuan untuk mencari bakat,” Ucapnya
Menurutnya, konsep atau program DSI Aceh Besar, tujuannya menerapkan dan membina re generasi kita dalam mengembangkan syariat Islam di Aceh Besar, “Saya sebagai peserta menilai kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam Aceh Besar cukup bagus dalam upaya menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi para Da’i.” Tegasnya

“Pentingnya sekali dilakukan Sosialisasi terkait dengan pelaksanaan syariat islam di Aceh dan khususnya Aceh Besar, kami da’i diajarkan oleh pemateri untuk pemantapan tata cara Dakwah dan Roadmap tentang Pelaksanaan Syariat Islam. Contoh warung kopi juga dipenuhi para wanita yang berbusana tidak islami, anak-anak sudah terpengaruh dengan zamannya digital ini harus diterapkan.” tutupnya.


×
Berita Terbaru Update