Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Murid SMK-PP Saree Tak Hanya Dibekali Ilmu Pertanian Tapi Juga Diajarkan Ilmu Agama

Sabtu, 24 September 2022 | 21.09 WIB Last Updated 2022-09-24T14:09:22Z
Aceh Besar – Para siswa dan siswi SMK PP Sarer tak hanya diajarkan ilmu pertanian, tapi juga diajarkan ilmu agama melalui kegiatan ekstra kurikuler dan menambah kearifan lokal Aceh.

“Kita mengatur jadwal siswa 24 jam, sehingga ada waktu kapan mereka harus istrahat dan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler dan menambah kearifan lokal Aceh,” ujar Kepala SMK-PP Saree Muhammad Amin S.P, M.P.

Dikatakan Muhammad Amin pada kegiatan malam hari selain di waktu sholat lima waktu itu rutin dan juga di absen. Hal itu dilakukan untuk membentuk karakter mereka dan setelah sholat maghrib ada program penyuluhan dimana setiap siswa wajib tampil sebagai moderator dan penyaji penyuluh.

“Dan untuk siswa kelas 1 itu judulnya bebas, untuk kelas 2 dan kelas 3 itu sudah ada judul teknisnya, misalnya jurusan pertanian itu bagaimana melakukan cangkok yang dia menjadi narasumber kemudian teman-temannya kita latih bagaimana menyuluh tentang cangkok itu dan teman-temannya bertanya,” ujarnya.

Menurut Muhammad Amin diskusi seperti ini setiap malam dilakukan di setiap magrib, setelah itu mereka makan dan setelah habis isya juga ada melatih menyusun kegiatan lima waktu untuk besoknya.

“Yang itu terpilih sendiri siapa yang menjadi pemimpin malam itu atau amir dan ada yang menjadi notulen. Kemudian ada lima waktu siapa yang menjadi pembaca Al-quran, piket, menjadi penyuluhan, mengaji, azan, membangunkan kawan-kawan. Nah itu mereka memilih sendiri,”ungkap Muhammad Amin.

Selain itu, setelah sholat isya dilanjutkan dengan pengajian dengan guru kita dan juga guru-guru luar di sekitar sekolah di masyarakat di desa baik putra dan putri yang beda musholla.

Untuk pengajian ada yang tauhid, kitab, tajwid, hafiz. Jadi untuk anak-anak yang ada jiwa hafiz itu membuat setoran ayat. Yang kita beri untuk mendaftar sesuai dengan kemauan mereka. Kori yang diundang guru dari luar, kemudian dalayak khairat di setiap malam Jumat dan lainnya.

“Jadi ini rutin kita lakukan setiap malam baik di tempat putra maupun putri. Pelayanan pendidikan tentang agama ini selain mata pelajaran itu kita tambah di malam hari yang tujuannya menyalurkan potensi dan ada tanggung jawab moral kami selaku manajemen sekolah mereka mendapatkan pendidikan agama juga,” ungkap Muhammad Amin.
×
Berita Terbaru Update