Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

USK Edukasi Remaja Desa Tentang Kesehatan Reproduksi

Senin, 01 Agustus 2022 | 19.09 WIB Last Updated 2022-08-01T12:09:34Z
Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala (USK) melalui SCORA CIMSA FK USK memberikan edukasi seksual kepada 23 remaja laki-laki dan perempuan Desa Meuraxa, Kota Banda Aceh. Edukasi tersebut diberikan oleh Community Development Waken the Visibility by Sexual Learning Rebind (WABI SABI).

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya memberdayakan masyarakat, agar dapat memahami informasi tentang kesehatan dan fenomena seksual, serta bagaimana menjaga diri agar tidak mengalami pelecehan seksual.

WABI SABI dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan bertema: The Basis of Sexual and Reproductive Health & Quot. Dengan pemateri, dr. Hilwah Nora, M.Med.Sci, ART, Sp.OG (K), dan dimoderatori oleh Imam Maulana selaku member CIMSA FK USK.

Wakil Ketua Panitia WABI SABI, M. Ariq Ersan mengungkapkan, minimnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi nyatanya bisa
memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Salah satu yang sering terjadi karena
kurangnya sosialiasi dan edukasi adalah penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda,
kekerasan berbasis gender, dan lainnya.

“CIMSA FK USK hadir membawa kegiatan ini untuk memberdayakan komunitas remaja di Desa Meuraxa agar paham mengenai pentingnya kesehatan reproduksi,” terang M Ariq, di Banda Aceh, Senin 1 Agustus 2022.

Pada penyuluhan tersebut, pemateri membahas mengenai pentingnya kesehatan reproduksi secara anatomi maupun fisiologi, permasalahan remaja yang sering terjadi berkenaan dengan Kesehatan reproduksi, hingga tips dalam menjaga dan merawat organ reproduksi.

Rangkaian terakhir dari kegiatan WABI SABI adalah small working group. Di sini, para remaja Desa Meuraxa diberikan tugas untuk menyelesaikan dua skenario yang berkaitan dengan materi yang sudah disampaikan sebelumnya.

Kegiatan ini dimulai dengan membagi para peserta menjadi beberapa tim dan berdiskusi bersama untuk menyelesaikan kasus permasalahan dalam skenario yang telah diberikan oleh panitia. Di akhir small working group, para peserta memberikan feedback positif dengan menyelesaikan soal skenario dengan baik. Dari kegiatan ini, didapatkan peningkatan pengetahuan Remaja Gampong Meuraxa sebesar 80%.

Untuk diketahui, CIMSA adalah organisasi yang bersifat nasionalis, independen, non-politik, inklusif, dan non-partisan yang memfasilitasi mahasiswa kedokteran Indonesia yang memiliki kemauan untuk memberikan dampak yang besar terhadap kesehatan nasional, melalui aktivitas berbasis data dan komunitas.

“Melalui kegiatan ini, SCORA CIMSA FK USK yang berfokus pada bidang kesehatan reproduksi dan seksual serta HIV/AIDS akan melakukan pembinaan selama beberapa periode waktu kepada komunitas masyarakat hingga diharapkan nantinya target sasaran dapat mandiri, khususnya mengenai pemeliharaan kesehatan reproduksi,” kata Chikita Adinda, bagian dari panitia pelaksana.(Red)
×
Berita Terbaru Update