Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Misteri 13 Menit Eksekusi Pembunuhan Brigadir J Berdasarkan CCTV

Jumat, 12 Agustus 2022 | 21.49 WIB Last Updated 2022-08-12T14:49:34Z
Jakarta – Waktu pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdi Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7) masih menjadi teka-teki.

Beberapa jam sebelum peristiwa, Brigadir J dan rombongan melakukan perjalanan bersama istri Sambo, Putri Candrawathi, dari Magelang, Jawa Tengah, ke Duren Tiga, Jakarta.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang turut menyelidiki kasus kematian Brigadir J mengaku mendapat rekaman CCTV dari Digital Forensik Puslabfor Mabes Polri.

Berdasarkan rekaman CCTV itu, Ketua Komnas HAM Taufan Damanik menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Pada pukul 15.29 WIB terlihat Ferdy Sambo menggunakan seragam polisi dan satu ajudannya mendatangi rumah pribadinya yang berada di Jalan Saguling III, Duren Tiga.

Sementara rekaman CCTV yang didapatkan CNNIndonesia menunjukkan peristiwa sebelum tiba di rumah pribadi Sambo. Pada 09.24 WIB, rombongan Putri menggunakan dua mobil hitam (berjenis MPV dan SUV) melintasi Jalan Ahmad Yani menuju ke arah Jalan Raya Secang, Magelang.

Rombongan sempat berhenti di Rest Area KM 86 B Tol Cipali. Brigadir J berbaju putih keluar dari mobil SUV L XXXX ZX menuju ke toilet pada pukul 14.03.

Kemudian, rombongan Putri tampak melintasi Jalan Mampang Prapatan Raya sekitar pukul 15.26 WIB.

Pukul 15.29 WIB Sambo terlihat datang ke rumah pribadinya. Peristiwa yang terekam menunjukkan waktu yang sama dengan rekaman CCTV yang didapatkan Komnas HAM. Tak lama kemudian, datang tenaga kesehatan (nakes) untuk melayani tes PCR rombongan Putri.

Berselang 11 menit kemudian, mobil rombongan Putri tiba di rumah pribadi Sambo pada pukul 15.40 WIB. Ia mengenakan sweater hijau dan celana legging hitam saat memasuki rumah tersebut. Bersamaan dengan itu, para ajudan terlihat memasukkan barang-barang ke dalam rumah.

Tiga menit berselang, Putri, Brigadir J, dan Bharada E melakukan tes PCR dan selesai sekitar pukul 15.47 WIB.

Pukul 17.07 WIB, Putri bersama Brigadir J, Bharada E dan para ajudan meninggalkan rumah pribadi ke rumah dinas Sambo yang berjarak cukup dekat. Mereka menggunakan mobil MPV hitam.

Lalu, pada pukul 17.10 WIB, Sambo yang berseragam polisi meninggalkan rumah pribadi menggunakan mobil SUV hitam. Ia melintasi Jalan Duren Tiga Barat arah ke rumah dinasnya dikawal sebuah motor Patwal Lantas.

13 menit kemudian, Putri kembali lagi ke rumah pribadinya pada pukul 17.23 WIB. Kali ini dia sudah berganti pakaian. Ia mengenakan satu set piyama dengan celana pendek berwarna hijau.

Putri datang tanpa diikuti para ajudan, termasuk Brigadir J. Dalam rekaman CCTV, Putri tampak berjalan perlahan dengan wajah menunduk. Tangan kanannya sempat berpegangan ke mobil yang diparkir di garasi rumahnya.

Sejak saat itu CCTV di rumah pribadi Sambo tak pernah lagi merekam sosok Brigadir J.

Di antara pukul 17.10 hingga 17.23 WIB inilah Brigadir J diduga dieksekusi di rumah dinas Sambo.

Jarak antara TKP dengan rumah pribadi Sambo hanya memerlukan waktu tak lebih dari lima menit dengan menumpang mobil.

Putri diduga berada di lokasi kejadian saat Brigadir J ditembak mati. Sebab, sebelumnya, polisi menemukan lima DNA di lokasi tewasnya Brigadir J.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan temuan DNA itulah yang kemudian dijadikan sebagai titik awal penyidikan kematian Brigadir J.

Lewat temuan tersebut, penyidik juga mengetahui terdapat enam orang, termasuk korban, yang berada di lokasi tersebut pada saat insiden penembakan itu terjadi.

Agus menjelaskan, lima temuan DNA dari TKP antara lain milik Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, serta Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan asisten rumah tangga Kuwat Maruf.

Dalam kasus kematian Brigadir J, sejauh ini kepolisian telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka yang jadi tersangka antara lain Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan asisten rumah tangga berinisial KM.

Tim penyidik Polri telah memeriksa Sambo di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada Kamis (11/8). Sambo mengaku melakukan aksinya setelah mendapat laporan istrinya.

Dalam pernyataannya saat diperiksa, Sambo mengaku sakit hati karena aksi Brigadir J terhadap istrinya yang menjatuhkan harkat dan martabat keluarga.

Sebab itu, Sambo mengaku memerintahkan Bharada E dan Bripka RR untuk menghabisi nyawa Brigadir J di rumah dinasnya pada 8 Juli lalu.

 

Sumber : CNN Indonesia
×
Berita Terbaru Update