Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kebijakan Kasad tentang Penerimaan Prajurit Jalur Santri Terjawab di Dayah Darul Ihsan Aceh

Kamis, 10 Maret 2022 | 23.01 WIB Last Updated 2022-03-10T16:01:01Z
BANDA ACEH - Di sela-sela kunjungan kerjanya di wilayah Kodam Iskandar Muda, Kepala Staf  TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M., menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pondok Pesantren Dayah Darul Ihsan di Gampong Siem, Kecamatan Darusalam, Aceh Besar, Kamis, 10 Maret 2022.

Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M., didampingi Koorsahli Kasad Letjen TNI Afini Boer, Aspers Kasad Brigjen TNI Darmono Susastro, S.I.P., dan Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna serta Ustadz Habib Husein Baagil. Turut mendampingi Kasad dan rombongan, Pangdam IM Mayjen TNI Mohamad Hasan dan sejumlah pejabat utama Kodam Iskandar Muda.

Tiba di Ponpes Dayah Darul Ihsan, Kasad beserta rombongan disambut oleh Ketua Dayah Darul Ihsan Teungku Muhammad Faisal, S.Ag, M.Ag, dan para santri Dayah Darul Ihsan. Kemudian Kasad berkesempatan ziarah ke makam Kyai Hasan yang merupakan pendiri Dayah Darul Ikhsan tersebut.

Teungku Muhammad Faisal dalam sambutannya mengaku senang dan gembira atas kunjungan silaturahmi Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman beserta rombongan ke Ponpes Dayah Darul Ihsan. Ia menceritakan sejarah singkat berdirinya Ponpes Dayah Darul Ikhsan di Gampong Siem tersebut. Dimana, Dayah Darul Ikhsan berdiri sejak 1910 yang didirikan oleh Kyai Hasan yang merupakan keturunan ulama besar yang ikut melawan penjajah di Pidie.

Kyai Hasan pernah belajar di Malaysia dan Mekkah dengan Mahzab Syafii kemudian kembali ke Aceh mendirikan Dayah Darul Ihsan. “Lalu para cucu-cucu dan muridnya memugar kembali pesantren yang sudah ada, dan kemudian menjadikan Pondok Pesantren terpadu Dayah Salafiah, dengan kurikulum Kementerian Agama dan mendirikan Madrasah,” kata Teungku Muhammad Faisal, S.Ag, M.Ag. 

Pada kesempatan itu, Ketua Dayah Darul Ihsan meminta arahan kepada Kasad dan mendengar langsung tentang penerimaan TNI Angkatan dari jalur santri dan lintas Agama. “Kami berharap agar santri-santri di Aceh banyak menjadi tentara dan khususnya pesantren Darul Ikhsan ini bisa diprioritaskan,” pinta Ketua Dayah Darul Ihsan kepada Kasad.

Sementara itu Kasad dalam sambutannya merasa bangga dan bahagia berada di antara santri Ponpes Dayah Darul Ihsan. “Ini mengingatkan saya yang pernah menjadi santri di Cirebon pada tahun 1978 lalu,” kata Kasad.

Kasad mengatakan bahwa rencana TNI AD membuka kesempatan bagi para santri dan santriwati untuk mendaftar dan bergabung menjadi Prajurit TNI AD melalui jalur penerimaan prajurit baik calon Bintara maupun Tamtama khusus santri dan lintas agama, bagi yang Hafiz Al-Quran.

“Ketika saya menjabat Kasad, ingin adanya rekruitmen khusus santri. Kenapa santri? Minimal akhlaknya mulia, ketakwaannya terjamin, pasti menjadi orang-orang baik. Baik kepada sesama, orang tua dan lainnya. Sehingga saat jadi tentara bisa ramah tamah dan sopan santun dengan rakyat,” ujar Kasad.

Kasad mengatakan, setiap tahunnya akan dipilih sebanyak 250 orang dan dididik di Jakarta. Nantinya, lulusan para Santri tersebut akan bertugas di daerah-daerah yang akan memerlukan untuk menyampaikan ajaran-ajaran kebenaran. “Apabila berminat dan tekad yang serius, siapkan diri masing-masing dalam menghadapi test yang akan dilaksanakan. Saya berharap para santri ini bisa menjadi figur di masyarakat,” pesan Kasad.

Diakhir silaturahmi, Kasad memberikan bingkisan secara simbolis kepada Dayah Darul Ihsan berupa beras, gula, Indomie dan alat tulis dan diakhiri dengan photo bersama. Setelah itu Kasad bersama rombongan dan sejumlah PJU Kodam IM berziarah ke makam Tgk Syiah Kuala di Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. (Pendam IM)
×
Berita Terbaru Update