Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Cucu Sultan Aceh Ucapkan Terima Kasih Atas Pengampunan Raja Thailand Kepada Nelayan Aceh

Sabtu, 29 Januari 2022 | 10.05 WIB Last Updated 2022-01-29T03:05:14Z
Banda Aceh - Cucu Sultan Aceh Cut Putri yang juga Pemimpin Darud Donya Aceh, mengucapkan terima kasih kepada Raja Thailand yang telah mengampuni nelayan Aceh. 

Seperti diketahui sebelumnya, sebanyak 28 orang nelayan Aceh Timur yang ditangkap di perairan laut Thailand telah dibebaskan, karena mendapatkan pengampunan kerajaan pada kesempatan ulang tahun Raja Thailand Yang Mulia Raja Rama X. Para nelayan Aceh itu telah dipulangkan kembali ke tanah air pada Kamis, 27/1/2022.

"Ini adalah langkah yang sangat bijak dan baik, apalagi Thailand atau Siam memiliki hubungan erat dengan Kesultanan Aceh Darussalam sejak ratusan tahun lalu", kata Cut Putri Pemimpin Darud Donya Aceh.

Cut Putri Cucu Sultan Jauharul Alamsyah Johan Berdaulat Zilullah Fil Alam itu menerangkan, bahwa Raja Aceh dan Raja Siam di masa lalu saling menghormati dan bersahabat erat. Hubungan antar kedua negara pun terjalin dalam berbagai bidang, termasuk hubungan perdagangan. 

"Barang perdagangan Siam banyak masuk ke Aceh, demikian pula banyak pedagang Aceh yang datang berdagang ke Ibukota Siam", tutur Cut Putri.

Tercatat dalam sejarah tentang kisah kebaikan hati Sultan Aceh Sultan Sayyidil Mukammil (1589-1604), kepada  Raja Siam Raja Naresuan atau Sanphet II (1590-1605) yang mengirimkan utusan khusus kepada Sultan Aceh, dengan membawa serta arak-arakan berbagai hadiah yang indah untuk Sultan Aceh. Pemberian itu kemudian dibalas oleh Sultan Aceh Sultan Sayyidil Mukammil, dengan memberikan balasan hadiah berkali lipat banyaknya untuk Raja Siam.

Utusan Raja Siam untuk Raja Aceh, yaitu Mahateba dan Maha Menteri juga menceritakan kisah masa kecil Sultan Iskandar Muda kepada Raja Drongdharm, yang bergelar Somdet Phra Boromma Trailokanat Songtham (1611-1628) Raja Ayutthaya di Istana Sukhoday Siam.

Pemimpin Aceh masa itu Sultan Iskandar Muda juga memperingatkan Raja Siam akan bahayanya Imperialisme Barat, yang membuat Raja Siam waktu itu sangat berhati-hati menjalin hubungan dengan dunia barat. Walaupun Aceh dan Siam secara agama, kultur dan budaya berbeda namun dapat bekerjasama di berbagai bidang pada saat itu.

Hubungan baik semakin terjalin erat saat Paduka Seri Sultan Iskandar Muda, yang bergelar Perkasa Alam Darmawangsa Tun Pangkat Pancagah Johan Alam As Sayid As Sahib Al Barrain Wal Bahrain (1607-1636) naik tahta di Istana Darud Donya Aceh.

Pemimpin Darud Donya Aceh Cut Putri berharap, agar hubungan persahabatan dan kerjasama antara Aceh dan Thailand terus terbina sampai masa depan.

"Apalagi kita adalah negeri yang saling bertetangga, dan memiliki hubungan persahabatan yang terjalin erat sejak ratusan tahun, antara Kesultanan Aceh Darussalam dan Kerajaan Siam Thailand sekarang" tutup Cut Putri Cucu Sultan Aceh.
×
Berita Terbaru Update