Breaking News

Mahasiswa USK Raih Predikat Best Delegation Di Ajang International Dubai

Banda Aceh - Widya Pratiwi Jarus, mahasiswa International Business and Economics Program (IBEP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih predikat best delegation pada ajang Internasional Change the World Model United Nation (CWMUN) 2021 di Dubai. Berita gembira ini diperoleh setelah hari puncak kegiatan ini berlangsung, pada 17 November 2021 lalu.

CWMUN adalah program pertemuan internasional tahunan yang dihadiri oleh ribuan pengunjung dengan menyeleksi ribuan mahasiswa International dari seluruh penjuru dunia. Dalam ajang ini para peserta akan memperdebatkan isu-isu utama dari agenda politik internasional. CWMUN adalah Forum pemuda internasional terbesar yang berlangsung di berbagai kota, seperti New York, Abu Dhabi, Singapura, dan Roma. Menariknya, Widya adalah mahasiswi jurusan Ekonomi Pembangunan kelas internasional (iedp) ini bersaing dengan 250 peserta dari 120 negara di seluruh dunia. Widya adalah satu-satunya peserta dari Indonesia.

Widya memulai seleksi ini dua bulan lalu dengan bimbingan para dosen di FEB, terutama Talbani Farlian, S.E., M.A yang merupakan ketua IBEP-FEB . Setelah melalui berbagai seleksi, Widya dinyatakan lulus dan berhak mengikuti konferensi secara langsung di Dubai.

Widya mengatakan, selama empat hari kegiatan berlangsung, ia dan peserta lainnya di bagi ke dalam beberapa grup untuk mendiskusikan sebuah isu. Isu yang dibahas adalah isu global seperti pemanasan global dan perubahan iklim, kekurangan air dan sanitasi, perdamaian dan keamanan, hak asasi manusia, kemiskinan dan kelaparan, pembangunan sosial dan ekonomi, globalisasi.

“Setelah masing-masing grup diberikan tema secara acak oleh panitia, kami bekerja sama satu sama lain untuk menyusun essay, bernegosiasi untuk mencapai konsensus, dan akhirnya mengeluarkan resolusi dari permasalahan yang dibahas. Seolah-olah kita berada di forum dunia nyata, mempelajari dan mendiskusikan masalah geopolitik utama”, kata Widya.

Widya menambahkan, saat melakukan argumentasi, para peserta dituntut aktif mengambil peran sebagai duta besar untuk PBB, mewakili sudut pandang satu Negara Anggota atau Organisasi Non-Pemerintah (LSM) dalam beberapa komite yang berbeda. Bagi Widya, kegiatan ini membuat matanya lebih terbuka dalam menyikapi berbagai isu yang terjadi di dunia.

“Melalui interaksi antar budaya yang saya lakukan selama empat hari di Dubai, saya menjadi lebih peka terhadap isu-isu global yang ada di dunia”, ungkapnya.

Dari serangkaian kegiatan yang dilakukan, Widya mengakhiri kegiatan tersebut dengan mengunjungi expo Dubai dan mengunjungi 18 pavilion dari berbagai negara dalam satu hari, Widya menjadi peserta paling aktif. Karena itulah serangkaian penilaian dari hari ke-1 sampai hari ke-4 (terakhir) membuatnya terpilih menjadi best delegation.

Talbani Farlian, S.E., M.A mengatakan, even seperti ini sangat baik diikuti oleh mahasiswa. Kegiatan ini memberikan kesempatan mahasiswa untuk tumbuh dengan cara belajar bersama orang-orang dari berbagai negara, yang berpikir secara berbeda. Menurutnya, kegiatan seperti CWMUN ini bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada generasi muda terhadap masalah-masalah yang mempengaruhi dunia dalam sustainaibility development goals (SDGs)

Ia juga menyampaikan, keberhasilan ini bisa diraih berkat dukungan dari berbagai pihak, terutama Rektor USK, Dekan dan para wakil dekan FEB. (R)