Breaking News

Kenali Benda Sejarah, Siswa MAS Ulumul Qur’an Lakukan Karya Wisata ke Museum dan Legenda Puteri Pukes Takengon.

Takengon - Untuk lebih mengenali budaya lokal MAS Ulumul Qur'an kepada siswanya, kelas X (sepuluh) sebanyak 38 orang melakukan karya wisata ke Museum, di Takengon, Kamis (04/11/2021).

Cut Henawasih guru Sejarah MAS Ulumul Qur’an mengatakan, pengalaman belajar yang menyenangkan tidak hanya bisa diperoleh di ruang kelas, perlu metode belajar karya wisata dengan mengajak para siswa untuk belajar di luar kelas dengan mengunjungi suatu tempat, salah satunya adalah museum.
“Melalui karya wisata ke museum siswa dapat lebih mengenal benda-benda bersejarah yang ada di daerah sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut  menambahkan, karya wisata digunakan agar siswa lebih mengenali benda-benda bersejarah dan budaya, terutama kepada siswa yang mudah merasa jenuh.

“Karya wisata bukan sekadar rekreasi untuk menghilangkan kepenatan, melainkan untuk belajar mengeksplorasi pengetahuan sejarah dengan cara yang lebih menyenangkan,” terangnya.

Sementara Zuyyina. M.Pd Kepala MAS Ulumul Qur’an memberikan apresiasi kepada pendidik yang mengembangkan pembelajaran dengan metode inovatif, salah satunya dengan mennggunakan metode belajar Karyawisata.

“Dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak keluar sekolah, untuk mengamati objek benda sejarah untuk memperoleh pengalaman langsung dari objek yang dilihatnya,” ungkapnya.
Selain Belajar Sejarah, secara bersamaan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia Wakiat Tanufus juga melakukan kegiatan yang sama dengan materi Text Sejarah dan juga Legenda Puteri Pukes.

Salah seorang peserta didik Kurdidimin mengaku senang bisa mengetahui langsung bentuk sebuah benda bersejarah  yang ada di museum. 

"Kami lebih mengenal benda bersejarah terkait perjuangan zaman dulu," ungkap Kurdidimin.

Selain itu Kurdidimin mengaku merasa puas karena selain mengunjungi tempat bersejarah juga melihat secara langsung tempat legenda Puteri Pukes.

Turut serta dalam kegiatan ini Wakil Kepala Bidang Kesiswaan  (Amran)  dan Pembina OSIM (M. Amin) dan juga beberapa guru MAS Ulumul Qur’an.(Red)