Breaking News

Aminullah Jadi Narasumber Seminar Nasional yang Digelar USK

Paparkan Strategi Pemko dalam Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman SE Ak MM kembali diundang menjadi narasumber Seminar Nasional.

Kali ini, Seminar Nasional yang digelar Universitas Syiah Kuala (USK).

Seminar Kota Berkelanjutan dengan tema "Sustainable City-The Future Is In Our Hand" digelar secara virtual, Sabtu (27/11/2021).

Wali Kota sendiri memaparkan materi dengan judul 'Strategi Pemko Banda Aceh 
Dalam Mewujudkan Banda Aceh Sebagai Kota yang Berkelanjutan' secara virtual dari ruang media center, Balai Kota Banda Aceh.

Dalam paparannya, Wali Kota mengatakan Pemko terus berupaya mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang sustainable, dimana ditindaklanjuti dengan berbagai program pembangunan.
"Pembangunan berkelanjutan memang termuat dalam visi kota, yakni di poin enam, membangun infrastruktur kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," kata Aminullah yang dalam kesempatan ini didampingi Kepala Bappeda, Weri.

Katanya, visi tersebut ditindaklanjuti dengan berbagai strategi, diantaranya pemenuhan kebutuhan energi listrik dari sumber energi terbarukan, peningkatan kualitas lingkungan permukiman perkotaan dan pedesaan.

Kemudian peningkatan kuantitas dan kualitas RTH yang berestetika.
"Pengembangan sumber energi terbarukan berupa bio gas juga sudah kita lakukan di TPA Gampong Jawa. Gas metan yang dihasilkan sudah bisa diberikan untuk rumah-rumah warga kurang mampu. Mereka bisa memasak dengan gas dari TPA secara gratis," ungkap Aminullah.

Ia juga menyampaikan program pemenuhan air bersih bagi warga kota, dimana melalui PDAM Pemko terus bekerja keras membenahi air bersih hingga saat ini layanannya mencapai 91,37 % untuk warga kota. Kenaikan signifikan jika dibandingkan tahun 2017 yang hanya mampu memberikan pelayanan dibawah angka 60%.
"Dan ini masih jadi tantangan bagi kita. Soal air bersih masih ada kendala, yakni kehilangan air dan sumber air baku. Jika ini teratasi maka semakin meningkat lagi cakupannya bagi warga," kata mantan Dirut BPD ini.

Dalam kesempatan ini, Aminullah juga menyinggung keberhasilan lain Pemko Banda Aceh, seperti kesuksesan LKMS Mahirah Muamalah yang memberi akses pembiayaan bagi masyarakat kecil. Kemudian keberhasilan di sektor pendidikan dan pariwisata dimana berhubungan erat dengan perkembangan UMKM di Kota Gemilang.

Ia juga menyebutkan, dengan realisasi program berkelanjutan yang dilakukan Pemko, banyak hal yang telah dicapai, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kini sudah di angka 85,41 (peringkat II Nasional). Naik dari tahun 2017 yakni di angka 83,95 dimana saat itu berada di peringkat III Nasional.

Kemudian persentase rumah bersanitasi dan layak huni yang mencapai 99,53%.
"Rumah layak huni bahkan sudah kita bangun 712 unit. Ini semasa saya menjabat saja. Sebelumnya juga ada yang dibangun," katanya.

Diakhir paparannya, dengan suksesnya berbagai program pembangunan tersebut kemudian bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan semakin menurunnya angka kemiskinan.
"Saat ini sudah di angka 6,9%. Angka rata-rata kemiskinan Aceh jauh lebih besar, yakni diatas 15%. Alhamdulillah Banda Aceh hanya 6,9%. Banda Aceh satu-satunya yang berada di zona hijau kemiskinan di Aceh," kata Ketum MES Aceh ini.

Dari semua program yang terealisasi, kemudian  menuai kepuasan masyarakat kota. Hal tersebut dapat dilihat dari Indeks Kesehatan Masyarakat (IKM) yang mencapai angka 86% (data tahun 2020).
 
Materi yang disampaikan Aminullah menarik minta para peserta untuk bertanya. Pemandu acara yang juga dosen perencanaan wilayah dan kota, Fahmi Aulia langsung membuka sesi tanya jawab.

Selain Wali Kota Aminullah, seminar nasional ini juga diisi oleh Prof Dr Ashfa ST MT yang merupakan Ketua Jurusan Arsitektur dan Perencanaan USK.

Kemudian panitia juga menghadirkan Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia, Hendricus Andy Simarmata sebagai narasumber lainnya.[]