Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

BI Aceh : Uang Sobek atau Rusak Bisa Ditukar Uang Baru

Rabu, 27 Oktober 2021 | 16.12 WIB Last Updated 2021-12-13T18:24:53Z
Banda Aceh - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh mengajak puluhan jurnalis untuk mengenali Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah (Cikur). Edukasi ini disampaikan oleh Pelaksana Kasir BI Aceh, Saiful Rahman dalam kegiatan pelatihan Jurnalis Ekonomi Bisnis, di Sabang (26/10).

"Dengan adanya edukasi CIKUR kami harap para jurnalis bisa menyampaikan pesan penting mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah kepada masyarakat."ujarnya.

Saiful mengatakan seperti kita ketahui kadang masyarakat ketika menemukan uang palsu seperti takut untuk melaporkan uang palsu tersebut kepada Bank Indonesia, pihak kepolisian ataupun Bank lain, padahal itu sangat membantu kami dalam mencegah peredaran uang palsu dan tidak akan terkena delik hukum, tentunya ini memudahkan kami dalam memusnahkan uang palsu tersebut.

"Kami juga menghimbau kepada masyarakat kalau ada uang rusak seperti sobek, terbakar sedikit, lusuh, terpotong dan lain-lain berapapun nominalnya. Bisa menukarkan ke Bank Indonesia atau ke Bank lain dengan cara menyetorkan uang tersebut dan nantinya Bank tersebut akan menyerahkan ke Bank Indonesia." Ujarnya.

Saiful menambahkan, kerusakan uang yang diterima oleh BI sekitar 2/3 ukuran kertas atau 68 persen, bahkan tumpukan uang terbakar pun bisa ditukar, usahakan uang dari sisa yang terbakar tersebut dimasukan pada suatu wadah yang aman agar bisa menjaga dari kerusakan lainnya. Karena dikhawatirkan nanti terkena air dan lain-lain sehingga menjadi lebih parah. Setelah dimasukan ke wadah yang aman segera tukarkan ke Bank.

Saiful Rahman mengatakan untuk mengetahui keaslian uang rupiah BI mengimbau masyarakat untuk jeli melakukan langkah 3D, yakni Dilihat, Diraba dan Diterawang. Ini merupakan salah satu strategi bagaimana cara memastikan keaslian uang rupiah tersebut.

Adapun cara melihat ciri-ciri uang asli adalah warna cerah, tidak luntur, dan tidak patah-patah. Benang pengaman juga bisa berubah-ubah warna menyesuaikan sudut pandang mata. Sedangkan cara melihat ciri-ciri uang palsu warna pucat, luntur, patah-patah, dan tidak secerah yang asli. benang pengamannya, warna tetap meski dilihat dari berbagai sudut.

Adapun dengan cara meraba ciri-ciri uang asli kertas terasa lebih tebal dan tidak mudah lecek, Lambang negara ada tekstur kasar. Tekstur kasar (permukaan timbul) pada uang asli terbentuk dari kertasnya. Sedangkan ciri-ciri uang palsu terbuat dari kertas tipis dan mudah lecek seperti koran, Lambang negara tidak ada tekstur. Tekstur kasar terbuat dari tinta sablon, bukan berdasarkan kertasnya.

Adapun dengan cara diterawang ciri-ciri uang asli terlihat tanda gambar air yang menggambarkan sosok pahlawan. Gambar tersebut satu dan tidak berlawanan. Ciri-ciri uang palsu tidak ada gambar air kalau pun ada tanda air gambar pahlawan berlawanan, tanda air tersebut permukaannya tidak ada tekstur timbul, gambar permukaan depan dan belakang tidak saling mengisi bahkan cenderung berantakan.

Dengan adanya kegiatan ini kami mengharapkan kepada para jurnalis untuk menyampaikan kepada masyarakat luas, sehingga masyarakat mengetahui dan mampu membedakan secara persis uang yang asli dengan uang palsu sehingga mereka nantinya bisa menyampaikannya kepada yang lain.

"Yang penting masyarakat tahu dan paham ciri-ciri uang rupiah kita, sehingga mereka bisa terhindar dari oknum yang sengaja mengedarkan uang palsu," katanya.

Saiful mengakui selama pandemi ini kami membatasi kegiatan masyarakat/publik biasa dalam keadaan normal kami mencari uang rusak atau palsu tersebut ke daerah-daerah untuk dimusnahkan.(fn)

×
Berita Terbaru Update